RSS

THE MIRACLE WORKER

17 Mei

Suatu Pendekatan Melalui Teori Pembelajaran Behaviorisme dalam Film The Miracle Worker
Laporan Ini Buat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan
Yang di ampu : Faifda Ariani, S.Psi.

Oleh:
Imam Wahyudi

FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2009
A. Sinopsis
Film The Miracle Worker menceritakan tentang seorang anak yang bernama Helen Keller dilahirkan dalam keadaan normal. Akan tetapi, ketika sembuh dari sakitnya. Dia mengalami tuli, bisu dan buta. Dia dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia, sebuah kota pedesaan kecil di Northwest Alabama, Amerika Serikat. Putri Kapten Arthur Henley Keller dan Kate Adams Keller. Dan film tersebut juga menceritakan perjuangan Annie Sullivan dalam mendidik Helen dari tidak bisa apa-apa, tak mengenal aturan, liar, hingga menjadi gadis cantik, pintar, dan mampu berkomunikasi.
Helen Keller dibesarkan oleh orangtua yang sangat mencintai dan menyanyanginya, lebih-lebih ketika dia mengalami penyakit cukup berat bagi anak seusianya. Dan pada saat Helen berusia sekitar enam tahun, dia telah berkembang menjadi anak yang susah diatur dan dikendalikan. Meskipun orangtuanya mencobanya tetapi tidak mampu untuk menolong atau mengendalikannya. Kapten Arthur Henley Keller berniat untuk membawa dia ke rumah sakit jiwa tetapi ibu dan bibi Helen melarangnya kemudian setelah itu ayah Helen menulis surat kepada Dr. Chilsom untuk mengirim seorang pengasuh.
Dr. Chilsom pun merekomendasikan Annie Sullivan kepada keluarga Kapten Arthur Henley Keller, Annie Sullivan adalah sosok pengasuh yang cerdas dan sabar dalam megajari Helen meskipun cara pengajaran agak terkesan kasar.
Dari saat Annie Sullivan tiba, jelas bahwa ia dan Helen akan mencengkeram dalam perjuangan besar karena Helen belum bisa berinteraksi dengan orang yang belum di kenalnya dan Annie Sullivan percaya dapat berhubungan dengan Helen, kalau saja pihak keluarga tidak campur tangan. Karena menurut Annie Sullivan, selama ini cara yang dilakukan oleh keluarga dalam memperlakukan Helen itu adalah salah.
Annie Sullivan meyakinkan keluarga Helen terutama kapten Arthur Henley Keller , bahwa dia membutuhkan kontrol penuh dalam mendidik Helen. Annie Sullivan yakin bahwa bahasa adalah kunci untuk memperoleh akses ke benak Helen, dan ia terus-menerus mantra yang nama-nama benda di telapak tangan Helen dengan harapan bahwa Helen akan mengenali korelasi. Walaupun Helen dapat mengeja kembali pada telapak tangan Annie Sullivan, pemahaman bahwa kata-kata yang mewakili hal-hal yang berada di luar jangkauan dia.
Annie Sullivan meminta kepada kapten Arthur Henley Keller dan kelurga, sebuah tempat yang tenang, nyaman dan aman dari campur tangan dari pihak keluarga. Dari pihak keluarga pun menyetujui, dan mereka memberikan rumah yang berada tak jauh dari rumahnya tapi hanya untuk beberapa minggu saja. Setelah menghabiskan dua minggu di sana, Helen akhirnya taat Annie Sullivan, tetapi ketika waktunya habis dan mereka kembali ke keluarga. Akan tetapi sungguh sangat disayangkan, Helen segera kembali pada perilaku lamanya. Para keluarga kapten Arthur Henley Keller yang toleran dan membiarkan Helen kembali kepada perilaku lamanya, tapi Annie Sullivan tidak membiarkannya. Dia membawa Helen ke rumah itu lagi dan meminta waktu lagi untuk mendidik Helen menjadi anak yang baik lagi penurut.
Helen belum sepenuhnya memahami arti kata-kata. Ketika Annie Sullivan menuntunnya ke pompa air, semua itu menjadi berubah. Pertama-pertama Annie Sullivan, memompa air ke atas tangan Helen, Annie Sullivan mengeja kata air di tangan Helen dan menjelaskan arti kata-kata padannya dan Annie Sullivan bisa segera melihat di wajahnya bahwa ia akhirnya mengerti.
Helen segera meminta Annie Sullivan untuk nama pompa akan dieja di tangannya dan kemudian nama dari terali. Sepanjang jalan kembali ke rumah Helen belajar nama dari segala sesuatu yang menyentuh dan juga menanyakan nama untuk Annie Sullivan. Annie Sullivan mengeja nama “Guru” di tangan Helen. Dalam beberapa jam berikutnya Helen belajar tiga puluh ejaan kata-kata baru.
Sejak saat itu kemajuan Helen sangat menakjubkan. Kemampuannya untuk belajar jauh sebelum apa pun yang orang pernah lihat sebelumnya dalam seseorang tanpa penglihatan atau pendengaran. Tak lama sebelum Annie Sullivan mengajar Helen untuk membaca, pertama dengan mengangkat dan kemudian dengan huruf braile, dan menulis dengan kedua biasa dan mesin tik braile.
Kiranya itulah yang menjadi dasar Annie Sullivan untuk terus-menerus mendidik Helen sampai “bisa”. Helen Keller, seorang buta-tuli-bisu yang menjadi orang besar nan berjasa. Berkat kegigihannya dalam belajar serta kesabaran gurunya, ia menjadi perempuan terbatas yang berprestasi. Ia menjadi pengacara terkenal dengan spesifikasi persamaan sosial. Ia juga aktif menyeru kepada dunia untuk peduli kepada orang bisu-tuli. Atas perjuangannya itu, Hellen dianugrahi Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award.

B. Pembahasan
1. Tinjauan Teori Pembelajaran dalam Film The Miracle Worker.
Dari hasil analisis saya ketika menyaksikan film The Miracle Worker terdapat Teori pembelajaran yang lebih dominan menggunakan teori Behaviorisme, karena di dalam film itu dapat kita temukan perubahan perilaku peserta didik yang ditandai dengan adanya hubungan antara stimulus dengan respon.
Teori behaviorisme merupakan teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami peserta didik dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Prinsip-prinsip teori behaviorisme sebagai berikut :
1. Objek psikologi adalah tingkah laku
2. Semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.
3. Mementingkan pembentukan kebiasaan.
Ciri-ciri teori behaviorisme antara lain :
1. Mengutamakan unsur-unsur.
2. Bagian kecil bersifat mekanistis.
3. Menekankan peranan lingkungan
4. Mementingkan pembentukan reaksi dan respon
5. Menekankan pentingnya latihan dan kemampuan.
6. Mementingkan mekanisme hasil belajar.

Teori behaviorisme terdapat hubungan antara S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar. Di dalam film The Miracle Worker, pembelajaran yang diberikan lebih dominan tentang bahasa, teori behaviorisme juga mengatakan bahwa peniruan sangat penting dalam mempelajari bahasa.
Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap dikuatkan.
Proses penguatan ini diperkuat oleh suatu situasi yang dikondisikan dan dilakukan secara berulang-ulang. Sementara itu karena peserta didik mendapat rangsangan dari dalam dan luar. Maka akan mempengaruhi proses pembelajaran dan peserta didik akan merespon dengan mengatakan sesuatu. Ketika responnya benar, maka peserta didik tersebut akan mendapat penguatan dari orang dewasa di sekitarnya. Saat proses ini terjadi berulang-ulang, lama kelamaan peserta didik akan menguasai percakapan. Sebagaimana di dalam film The Miracle Worker yaitu peserta didik (Helen) dalam memahami kata-kata atau nama-nama dengan benda-benda yang dipegang ataupun diraba mempunyai korelasi. Di samping itu juga Annie Sullivan yang selalu mengajari Helen dengan cara berulang-ulang. Oleh karena jika peserta didik mendapatkan stimulus secara berulang-ulang akan terjadi suatu pembiasaan. Maka ia pun akan merespon bentuk responnya adalah melakukan apa yang telah di ajarkan oleh Annie Sullivan selaku pendidiknya.
Teori ini juga cocok diterapkan untuk mendidik peserta didik yang masih banyak membutuhkan peranan orang dewasa dalam proses pembelajarannya, sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan apa yang di cita-citakan.

2. Tokoh-Tokoh Teori Behaviorisme
 Edward Lee Thorndike (1874-(((1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas, ada berbagai respon terhadap berbagai situasi, ada eliminasai terhadap berbagai respon yang salah, ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Thorndike menemukan hukum-hukum yaitu sebagi berikut:
1 Hukum kesiapan (Law of Readiness).
Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat.
2 Hukum latihan.
Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat.
3 Hukum akibat.
Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan.

 Ivan Petrovich Pavlo (1849-1936) dan Watson Pavlo mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan, bel masuk, dan antri di bank. Dari contoh tersebut diterapkan, strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan.

 Carlk L. Hull
Reinforcement adalah faktor penting dalam belajar yang harus ada. Namun fungsi reinforcement bagi Hull lebih sebagai drive reduction daripada satisfied factor. Dalam mempelajari hubungan S-R yang diperlu dikaji adalah peranan dari intervening variable (atau yang juga dikenal sebagai unsur O (organisma). Faktor O adalah kondisi internal dan sesuatu yang disimpulkan (inferred), efeknya dapat dilihat pada faktor R yang berupa output.

 Skinner (1904-1990)
Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan faktor penting dalan belajar. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah laku. Pada teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Operant conditing menjamin respon terhadap stimulus. Bila tidak menunjukkan stimulus, maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan Skinner membagi menjadi 2 jenis respon.
1. Responden, Respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlo.
2. Operans
Respon yang terjadi karena situasi random. Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan.
Prinsip belajar Skinners adalah :
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul.
3. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri, tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman.
4. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer.
5. Dalam pembelajaran digunakan shapping Robert Gagne (1916-2002) Teori gagne banyak dipakai untuk mendisain Software instructional (Program berupa Drill Tutorial). Kontribusi terbesar dari teori instructional Gagne adalah 9 kondisi instructional:
1. Gaining attention = mendapatkan perhatian
2. Intorm learner of objectives = menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai
3. Stimulate recall of prerequisite learning = stimulasi kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar.
4. Present new material = penyajian materi baru
5. Provide guidance = menyediakan pembimbingan
6. Elicit performance = memunculkan tindakan
7. Provide feedback about correctness = siap memberi umpan balik langsung terhadap hasil yang baik
8. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan
9. Enhance retention and recall = meningkatkan proses penyimpanan memori dan mengingat.

 Robert Gagne (1916-2002)
Ia adalah seorang pskologi pendidikan berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne disebut sebagai modern Neobehaviouristik mendorong guru untuk merencanakan pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Ketrampilan yang paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam heirarki ketrampilan intelektual.

 Albert Bandura (1925-sekarang)
Teori belajar Bandura adalah teori belajar sosial atau kognitif sosial diri yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif perilaku dan pengaruh lingkungan. Faktor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian, mengingat, produksi motorik, dan motivasi.

Jadi Aplikasi teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satu jawaban benar. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya.
Teori belajar behavioristik dengan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negative. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dalam teori belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi

C. Kekurangan dan Kelebihan Teori Behaviorisme.
a). kekurangan
1). Teori behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan saja.
2). Teori Behaviorisme tidak mau memperoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan.
3). Penerapan teori behaviorisme juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenagkan bagi siswa yakni guru sebagai sentral bersikap otoriter, komunikasi belangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus murid pelajari.
4). Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi oleh penguatan dari guru.

b). Kelebihan
1). Teori ini cocok untuk pemperoleh kemampuan yang membutuhkan prkatek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek dan daya tahan.
2). Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih, mengajar dan mendidik peserta didik yang masih membutuhkan peran orang tua.
3). Teori ini cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.

D. Kesimpulan
Belajar menurut teori behavioristik merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Prinsip penerapan teori belajar ini adalah: (1) belajar itu berdasarkan keseluruhan; (2) Anak yang belajar merupakan keseluruhan; (3) Belajar berkat insight (4) Belajar berkat insight; dan (5) Belajar berdasarkan pengalaman.

About these ads
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2012 in solo

 

One response to “THE MIRACLE WORKER

  1. eni

    6 November 2013 at 06.00

    hatur nuhun sinopsisnya, sangat membantu :)

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: