RSS

Aplikasi Al-Qur’an Jar

Download Kumpulan Aplikasi Al-Qur’an Jar disini secara gratis.
Semua Aplikasi Al-Qur’an dapat dipakai di hampir semua jenis hape berplatform java.
Dengan sebuah Al-Qur’an di hape, maka kegiatan membaca Al-Qur’an pun dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Silakan Download Sepuasnya dan Insya Allah akan terus kami tambah koleksi nya…..

¤ Qur’an Reader Arabic MK.jar (829 kb)

¤ Al Qur’an.jar (321 kb)

¤ Pocket The Holy Quran.jar (398 kb)

¤ Qur’an Juz 30.jar (28 kb)

¤ English Quran.jar (630 kb)

¤ Qur’an Indonesia.jar (568 kb)

¤ Doa Dari Qur’an dan Hadits.jar (65 kb)

¤ Al Qur’an Terjemah Depag RI.jar (1,011 kb)

¤ Al Qur’an Arab-Indonesia lengkap.jar (1.0 mb)

¤ Index Qur’an Indonesia.jar (667 kb)

¤ Al Qur’an Terjemahan Pro.jar (837 kb)

¤ Al Qur’an Terjemah Tajwid Berwarna.jar (1.18 mb)

¤ Al Qur’an Terjemah Pro-v5.33.jar (925 kb)

¤ Al Qur’an Tarjamah.jar (498 kb)

¤ Al qur’an Multy Screen Terjemahan.jar (845 kb)

¤ Al Quran Reader AR-MK.jar (999 Kb) (

¤ Al Quran Reader Pro v433.jar (928 Kb)

¤ Alqur’an Terjemahan2.jar (855 Kb)

¤ QR Basic Reader Pro IN 4.32.jar (855 Kb)

¤ Qur’an Basic Reader MK 5.0.jar (1 Mb)

¤ Qur’an ID.jar (725 Kb)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Juli 2014 in Palembang

 

50 Buku Islam Gratis

Sirah Nabawiyah

Penulis: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury

Perjalanan hidup Rasulullah,adalah lautan yang luas membentang dengan kebeningan airnya yang kebiruan. Disana tersimpan pesona alami nan abadi. Tiada mata yang bosan memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada berhenti orang yang menyelami. Karena sosok beliau, adalah pesona sepanjang masa. Sebenarnya banyak buku yang mempunyai tema tentang Sejarah Nabi, tapi buku ini punya keistemewaan tersendiri yaitu menjadi juara pertama Lomba Penulisan yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Al-Islami. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.oasetarbiyah.com. Download ebook Sirah Nabawiyah. [download]

Syarah Riyadhus Shalihin

Penulis: Imam Nawawi

Riyadhus Shalihin adalah nama salah satu kitab kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW yang berarti taman orang-orang shalih. Kitab ini disusun oleh al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi, atau lebih dikenal dengan sebutan Imam Nawawi. Alhamdulillah, kitab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Salim Bahreisy, diterbitkan oleh PT Al-Ma’arif, Bandung. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di mtamim.wordpress.com. Download ebook Syarah Riyadhus Shalihin. [download]


Al-Wafi: Syarah Arbain An-Nawawiyah

 Penulis: Imam An-Nawawi

Siapa yang tidak kenal Arba’in An Nawawiyah, kumpulan 42 hadits pokok-pokok ajaran Islam dan kaidah-kaidah hukum yang disusun oleh Imam An Nawawi. Sejak pertama kali disusun, sekitar delapan abad yang lalu, kitab ini telah disyarah (diberi penjelasan rinci) lebih dari 122 syarah oleh para ulama. Sambutan yang luar biasa akan pentingnya kumpulan hadits tersebut. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.mdianapriyanto.wordpress.com/free-e-book-islam/. Download ebook Al-Wafi: Syarah Arbain An-Nawawiyah. [download]


Fiqh Sunnah

Penulis: Syekh Sayyid Sabiq

Kitab ini mengupas masalah-masalah fiqih Islam berdasarkan dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur`an, Sunnah yang sahih, dan ijma’ ulama kaum muslimin. Memberikan bentuk yang sebenarnya tentang fiqih Islam, juga agar umat Islam dapat berpegang teguh kepada Kitab dan Sunnah serta melenyapkan pertikaian pendapat, fanatik mazhab, dan menghapus takhayul yang mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Dipaparkan secara mudah dan praktis disertai dengan kupasan panjang lebar sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan umat saat ini. Karena itulah, tidak mengherankan jika buku ini menjadi salah satu rujukan utama dalam masalah fiqih di hampir semua penjuru dunia Islam. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di akhdian.wordpress.com. Download ebook Fiqh Sunnah/Fikih Sunnah. [download]


Bulughul Maram

 Penulis: Ibnu Hajar al-Asqalani

Dalam kitab ini Penulis, Ibnu Hajar al-Asqalani mencantumkan hadits-hadits penting seputar masalah hukum dalam syariat, banyak diantara para ulama yang telah merekomendasikan kitab ini, sehingga dengan mempelajarinya kita akan bisa mendapatkan ilmu yang berharga berkaitan dengan dalil-dalil syariat terhadap setiap permasalah hukum seperti shalat, zakat, puasa dan lainnya. Dipaparkan secara mudah dan praktis disertai dengan kupasan panjang lebar sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan umat saat ini. Karena itulah, tidak mengherankan jika buku ini menjadi salah satu rujukan utama dalam masalah fiqih di hampir semua penjuru dunia Islam. Download ebook Bulughul Maram. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di persis91.blogspot.com [download]


Fatwa Kontemporer

Penulis: Syekh Yusuf Al Qardhawi

Buku ini adalah buku yang sangat fenomenal karya DR. Yusuf Qaradhawi. Menghimpun semua fatwa-fatwa beliau seputar masalah fikih, ibadah, dan muamalah sehari-hari. Membahas tidak hanya masalah klasik, tetapi juga masalah fikih kontemporer. Buku ini berawal dari acara dakwah Dr. Yusuf Qardhawi di televisi dan radio hingga muncul permintaan dari berbagai kalangan untuk diterbitkan. Di dalamnya dibahas masalah-masalah aqidah, fiqih, serta berbagai persoalan penting dalam Islam dan falsafah umum  mengenai manusia, alam, dan kehidupan. Metode fatwa yang digunakan dalam buku ini –seperti juga pada buku-buku beliau yang lain– ialah metode taisir (mempermudah). Menurutnya, “Sudah saatnya bagi ahli fatwa memberikan kemudahan kepada ummat sesuai kemampuan”. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di media.isnet.org Download ebook Fatwa Kontemporer. [download]


Fiqh Prioritas

Penulis: Syekh Yusuf Al Qardhawi

Fiqh prioritas (fiqh al-awlawiyyat) atau istilah al-Shahwah al-Islamiyyah bayn al-Juhud wa al-Tatharruf (yaitu fiqh urutan pekerjaan (fiqh maratib al-a’mal)). Yang saya maksud dengan istilah tersebut ialah meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaannya. Pekerjaan yang mula-mula dikerjakan harus didahulukan, berdasarkan penilaian syari’ah yang shahih, yang diberi petunjuk oleh cahaya wahyu, dan diterangi oleh akal. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di media.isnet.org Download ebook Fiqh Prioritas. [download]


Fiqh Zakat

Penulis: Syekh Yusuf Al Qardhawi

Dr Yusuf Qordhowi yang sampai saat ini karyanya mengenai fiqh zakat belum ada yang bisa menandinginya, menyatakan bahwa mensikapi perkembangan perekonomian yang begitu pesatnya, diharapkan adanya beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pengelola zakat khususnya lembaga-lembaganya, yaitu berpedoman pada kaidah perluasan cakupan terhadap harta yang wajib dizakati, sekalipun tidak ada nash yang pasti dari syariah, tetapi berpedoman pada dalil yang umum. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di media.isnet.org Download ebook Fiqh Zakat. [download]


Halal dan Haram dalam Islam

Penulis: Syekh Yusuf Al Qardhawi

Segala sesuatu asalnya mubah (dibolehkan mengerjakannya), jadi yang haram/dilarang mengerjakannya sebetulnya tidak banyak; namun perlu kita ketahui. Dari mulai urusan makanan, menghias rumah, berpakaian, pergaulan (termasuk dengan non muslim) sampai ke urusan lapangan pekerjaan bisa anda dapat disini. Alhamdulillah, jika anda berada di Luar Negeri dan susah mendapatkan buku yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini, kini sudah ada e-book yang bisa anda baca langsung di media.isnet.org. Download ebook Halal dan Haram dalam Islam. [download]


Hukum Hukum Zakat

Penulis: Syekh Yusuf Al Qardhawi

Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam yang lima yang merupakan pilar agama yang tidak dapat berdiri tanpa pilar ini, orang yang enggan membayarnya boleh diperangi, orang yang menolak kewajibannya dianggap kafir. Zakat ini diwajibkan pada tahun kedua hijrah. Legitimasinya diperoleh lewat beberapa ayat dalam Alquran, antara lain firman Allah swt. yang berarti, “Dirikanlah salat, bayarlah zakat dan rukuklah bersama orang yang rukuk.” (Q.S. Al-Baqarah, 43) Kunjungi juga website penerbit ebooknya di media.isnet.org Download ebook Hukum Hukum Zakat. [download]


Sistem Masyarakat Islam

 Penulis: Syekh Yusuf al Qardhawi

Jika kita perhatikan materi pemikiran Islam sejak masa Nabi hingga masa kini seperti disajikan oleh Black dalam buku ini, nyaris tiada yang baru di situ. Tapi, bagaimanapun, pemetaan pemikiran Islam secara kronologis, sebagaimana yang dilakukan oleh Black, sangat membantu kita dalam memahami alur serta dinamika khazanah pemikiran politik dunia Islam. Melalui buku ini pula, kita tahu bahwa yang terjadi sesungguhnya adalah pertarungan antara pemikiran politik Islam dan pemikiran Islam politik. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.hidayatullahdownload.blogspot.com. Download ebook Sistem Masyarakat Islam. [download]


Cara Mudah Menghafal Al-Qur’an

Penulis: Syekh Yusuf Al Qardhawi

Dalam menghapalkan Al-Qur’an, maka manusia saling berbeda kemampuannya. Ada yang mampu menghapal satu halaman, ada yang mampu satu lembar, dan ada yang mampu hanya setengah halaman atau kurang. Maka ini tergantung pada kemampuannya. Dan termasuk perkara yang membantu dalam menghapalkan Al-Qur’an adalah dengan mengulang-ngulang serta meneliti hapalannya itu. Begitu juga dengan cara shalat malam dengan membaca hapalannya tadi jika dia mampu untuk bangun malam. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di media.isnet.org. Download ebook Cara Mudah Menghafal Al-Qur’an. [download]


Jangan Dekati Zina

Penulis: Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh praktek zina merupakan bahaya yang tergolong besar, dan praktek tersebut juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab keturunan, menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal-hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci di antara manusia disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan isteri, putri, saudara perempuan dan ibu mereka. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.free4muslim.com. Download ebook Jangan Dekati Zina. [download]


Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah

Penulis: Sa’id Ali bin Wahf Al-Qahthoni

Merupakan sebuah buku karya Asy Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qahthani, yang berisikan kumpulan dzikir sehari-hari yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah An Nabawiyah. Kami tampilkan di sini terjemahannya dalam bentuk e-book dengan ekstensi file .chm dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dalam versi Bahasa Ingris ada beberapa do’a yang tidak ada, namun dalam Bahasa Indonesia Alhamdulillah sudah dilengkapi, silakan cek!. Dilengkapi pula dengan lampiran artikel tentang hadits-hadits dha’if yang terdapat dalam Kitab Hisnul Muslim oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullahu ta’ala rahmatan wasi’ah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di kautsarku.wordpress.com Download ebook Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. [download]


Manasik Haji dan Umrah

Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin

Buku ini disusun dalam rangka menjadi panduan yang praktis bagi calon jama’ah haji dan umrah.

Pada saat ini, masih banyak amalan dari sebagian besar jama?ah haji dan umrah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Bahkan yang lebih parah dari itu, banyak di antara mereka yang terjatuh ke dalam perbuatan syirik. Untuk itulah, buku ini hadir di hadapan pembaca sekalain, kaum muslimin, sebagai pedoman dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, yang akan banyak mamberikan manfaat, sehingga amalan kita tidak sia-sia di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.dhuha.net Download ebook Manasik Haji dan Umrah. [download]


7 Tahapan Dakwah Fardhiyah
 

Penulis : Syaikh Mushthafa MasyhurBuku ini menuturkan kepada kita bagaimana kiat dan langkah-langkah memasuki hati itu, dalam sebuah amal yang unik. Kadang mudah tapi kali lain begitu sulit. Kadang berat, kadang kala ringan. Ia memang unik : dakwah fardiyah. Mungkin seunik hati manusia yang beribu macam style-nya. Ditulis oleh orang yang tidak saja matang secara konsepsi, tapi lebih jauh ia menghabiskan hari-harinya hingga kini dalam belantara dakwah yang pekat dengan suka dan duka. Itulah yang membuat buku ini begitu bertenaga, mengalir, namun pada saat yang sama sangat aplikatif. Download ebook 7 Tahapan Dakwah Fardhiyah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di pustaka-ebook.com[download]


Bagaimana Menyentuh Hati

Penulis: Abbas As-Siisi

Buku Bagaimana Menyentuh Hati ini, terbit pada saat Mesir tengah diguncang oleh aksi keganasan dan tindakan kekerasan dan beberapa kelompok ekstrem. Pada judul buku ini terdapat suatu kandungan maksud untuk membersihkan berbagai sikap keras dan tindakan kurang bijak dengan menunjukkan jalan-jalan menuju hati. Allah (SWT) (SWT) swt, berfirman didalam Al Quran: “Maka disebabkan rahmat dan Allah (SWT) (SWT)-lab kamu berlaku lemah lembut terbadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berbati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Al-Imran: 159). Download ebook Bagaimana Menyentuh Hati. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di perpustakaanmuslim.freehostia.com [download]


Isti’ab, Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah

Penulis : Fathi YakanIsti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’I utk menarik objek dakwah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dsb. Da’i yg sukses adalah da’I yg mampu masuk dan dapat mempengaruhi setiap manusia, dengan pemikiran dan dakwahnya, sekalipun kecenderungan, karakter, dan tingkatan mereka beragam. Disamping mampu menarik sejumlah besar manusia dan mampu menampung mereka baik dalam tataran pemikiran ataupun pergerakan. Download ebook ringkasan Isti’ab, Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di pustaka-ebook.com [download]


Syarah Ushul Isyrin: Menyelami Samudra 20 Prinsip Hasan Al-Banna
Penulis: Asy-Syahid Hasan Al Banna

Syarah Usul Isyrin yang ditulis oleh Ustadz Hasan Al-Banna ini adalah dianggap di antara tulisannya yang penting, karena Usul Isyrin ini mengandungi beberapa perkara yang wajib dipercayai dan diketahui oleh tiap-tiap orang Muslim dan wajib diikuti dalam perbuatannya; hubungannya dengan khaliqnya dan hubungannya sesama manusia. Dalam Usul Isyrin ini, ia menerangkan perkara-perkara yang tidak sepatutnya berlaku perselisihan pendapat (pertikaian), terutama dalam hal-hal yang berkenaan aqidah. Ia mesti difahami sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran dan Sunnah An-Nabawiyah. Download ebook Syarah Ushul Isyrin [download]


Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin (1)

 Penulis : Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna

Risalah ini hadir saat kondisi dunia islam tengah mengalami berbagai permasalahan. Runtuhnya

kekhilafah Turki Utsmani yang notabene sebagai payung bagi ummat islam, terpecah-belahnya ummat ke dalam golongan nasionalis dan sektarian yang sempit, hilangnya identitas keislaman dari sebagian pemeluknya, dan serangan sekularisme sebagai warisan penjajahan dan pemecahbelahan yang dilancarakan oleh para musuh islam membuat umat islam ibarat tubuh yang berpenyakitan. Ibarat seorang sekarat yang tengah menunggu ajalnya, umat islam, kala itu, benar-benar mengalami perjalanan menuju sebuah titik nadir dari sejarah peradabannya yang penuh dengan kegemilangan. Risalah ini sekaligus hadir sebagai terapi bagi penyakit yang kian akut menggerogoti tubuh umat, hingga ia dapat meraih kembali kemuliaannya. Download ebook Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin (Majmu’atur Rosail). Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.tegoeh.multiply.com[download]


Ikhwanul Muslimin

Penulis: Syaikh Jasim Muhalil

Gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang dipelopori oleh Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna telah melebarkan sayap pengaruhnya keseluruh penjuru dunia. Misinya jelas, menegakkan kembali wibawa umat yang kini tengah berserakan. Diakhir buku, dicantumkan kalimat berikut: Untuk itu, tarbiyah yang tak hanya bermakna pendidikan, pembinaan dan pengajaran, tapi juga sikap asuh dan welas asih, menjadi pilihan. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan kelemah lembutan, akhlak mulia dan perangai yang indah. Bahwa Islam adalah agama yang menyeluruh ke seluruh aspek kehidupan. Download ebook Ikhwanul Muslimin. [download] 


Ikhwanul Muslimin Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan

Penulis: Syaikh Jasim MuhalhilTulisan Syaikh Jasim Muhalhil ini merupakan salah satu alternatif bagi siapa saja, untuk mengetahui lebih utuh dan lebih dekat dengan ashalah (orisinalitas) pemikiran Syaikh Hasan al-Banna dan gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin. Buku ini menjelaskan tentang deskripsi bagaimana harakah Ikhwanul Muslimin mulai dari hakikat dakwahnya, karakternya, sasaran, sarana, dan sebagainya yang memberikan gambaran tentang Ikhwanul Muslimin. Selanjutnya juga dijelaskan tentang jawaban atas tuduhan, serta harapan yang termaktub semua di dalam tulisan Syaikh Jasim Muhalhil ini. Download ebook Ikhwanul Muslimin Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di pustaka-ebook.com [download]


Hasan Al Banna Sang Inspirator

Penulis: Umar al-Tilmisani

Hasan Al-Banna memiliki kepribadian yang cemerlang. Kepribadiannya senantiasa bersinar di dalam perjalanan dakwahnya. Tak seorangpun dapat melupakan kepribadiannya. Bagaimana kita dapat melupakan seseorang yang mempunyai pengaruh besar di dalam dakwah di akhir abad ini. Beliau curahkan seluruh hidupnya untuk masyarakat. Ia siap untuk mati syahid di medan dakwah. Padahal usianya belum lagi mencapai 40 tahun. Sehingga pada saat itu, bumi dipenuhi dengan dakwah Ikhwanul Muslimin. Buku sangat menarik untuk dibaca untuk dijadikan ibrah dalam berdakwah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di 100tahunmstparabek.blogspot.com. Download ebook Hasan Al Banna Sang Inspirator. [download]


Do’a Al Ma’tsurat

Penyusun: Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna

Al-Ma’tsurat adalah kumpulan dari ayat al-quran utama dan hadits. Ia adalah bentuk wirid untuk dibaca setiap pagi dan petang. Al-ma’tsurat disusun oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna, pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin, yang berusaha keras untuk mengingat Allah (SWT) pada semua sisi kehidupan. Sesungguhnya, hal tersebut merupakan cara hati untuk mencapai kedamaian dan keseimbangan hati. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di perpustakaanonline.freehostia.com Download ebook Do’a Al Ma’tsurat. [download]


Petunjuk Jalan

Penulis: Sayyid Quthb

Orang-orang yang bergerak di jalan dakwah memerlukan sebuah petunjuk jalan sehingga dakwahnya dapat efektif mengenai sasaran. “Petunjuk” itu bukan digali dari akal pikiran manusia karena ia terbatas dan hasilnya hanya coba-coba serta tambal sulam. “Petunjuk” itu harus digali dari sumber orisinil agama ini, yaitu al-qur’anul karim dan sunnah Nabi saw. karena keduanya merupakan sumber Rabbani yang diturunkan oleh Allah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di pustaka-ebook.com. Download ebook Petunjuk Jalan [download]


Ats-Tsawabit Wal-Mutaghayyirat 

Penulis: Jum’ah Amin

Buku ini adalah sebuah karya gemilang dari seorang aktivis dakwah. Di dalamnya dijelaskan tentang berbagai aspek yang bersifat tetap (tsawabit) dan mutaghayyirat dalam dakwah Ikhwanul Muslimun, yaitu dakwah Islam yang komprehensif, yang turun dari sisi Allah. Dikemukakan juga tentang kesempurnaan Islam dan tarbiyah. Penulis mengungkapkan tentang tujuan jangka pendek (hadaf) dan tujuan akhir (ghayah) dari dakwah serta lingkup dan buah tarbiyah. Satu hal yang juga menjadi kelebihan dari buku ini adalah penulis tidak lupa untuk tetap menyampaikan tentang tujuan akhir dari kehidupan ini. Beliau menulis tentang ibadah dalam persepsi yang utuh. Allahlah tujuan paling agung dan sasaran tertinggi dari semuanya. Dan, kesempurnaan ibadah itu hanyalah milik Allah semata. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di pustaka-ebook.com. Download ebook Ats-Tsawabit Wal-Mutaghayyirat [download]


Virus-Virus Ukhuwah

Penulis: Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir ‘Uqdah

Bila Anda termasuk orang yang amat risau dengan perpecahan umat, dan mendambakan suasana harmonis di antara mereka—seperti Rasulullah dan para sahabatnya, insya Allah karya ini bisa memberikan kepuasan spiritual dan intelektual pada Anda. Atau mungkin juga buku ini bisa membantu misi persatuan yang Anda perjuangkan, misalnya dengan menjadikannya sebagai ‘kado berharga’ buat saudara-saudara kita yang masih gemar bertikai. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.generasimuslim.com. Download ebook Virus-Virus Ukhuwah. [download]


Usrah dan Dakwah

Penulis: Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna

Di dalam risalah ini, di antara pengertian dasar yang ditanam oleh Ikhwanul Muslimin adalah persaudaraan dan kasih sayang karena Allah. Tidak diragukan lagi sesuai dengan namanya sendiri yaitu `Al-Ikhwan’ yang telah mengandung pengertian ini. Pendidikan Ikhwanul Muslimin menyingkirkan segala penghalang dan menghilangkan segala perbedaan yang memisahkan antara manusia, baik suku bangsa, tanah air, bahasa, warna kulit dan status sosial. Tidak ada yang tinggal selain persaudaraan Islam dan nasab Islam. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di forum.dudung.net. Download ebook Usrah dan Dakwah. [download]


Ushulus Sunnah

Penulis: Imam Ahmad bin Hanbal

Aqidah merupakan hal yang sangat penting bagi seorang muslim. Seorang muslim menjadi baik agama dan amalannya karena benar aqidahnya, barangsiapa rusak aqidahnya maka rusak pulalah seluruh amalnya. E-book ini membahas tuntas kitab ushulus sunnah, kitab yang ditulis oleh Ahmad bin Hanbal. Dalam kitab ini dibahas tentang pokok-pokok aqidah ahlussunnah yang wajib diketahui oleh setiap muslim. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di maramissetiawan.wordpress.com. Download ebook Ushulus Sunnah. [download]


The Choice: Dialog Islam – Kristen

Penulis: Ahmad Deedat

Ahmed Deedat merupakan da’i dan kristolog terkemuka dunia, yang dari tangannyalah sudah ribuan orang yang menjadi Muslim karenanya. Bagi tokoh-tokoh Nasrani Internasional, baik yang suka maupun yang membencinya,begitu herannya akan kemampuan Ahmad Deedat dalam menangkap pesan-pesan ajaran Islam dan Kristen. Bahkan kemampuan memahami Bibel jauh di atas pendeta sekalipun. Tidak heran di pentas perdebatan teologi Islam dan Kristen, nama Ahmad Deedat, menjadi paling terkemuka. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.gaulislam.com. Download ebook The Choice: Dialog Islam – Kristen [download]


Misteri Ramadhan

Penulis: DR. Sa’id bin Musaffar al-Qahthani & Muhammad bin Mubarak ath-Thawasyi

Sudah berapa kali kita bersua dengan bulan Ramadhan? Adakah perubahan berarti yang terjadi dalam hidup Anda setelahnya? Atau bahkan sejatinya kita belum mengetahui dan menemukan rahasia-rahasia besar di dalam Ramadhan? Kita baru hanya memahami Ramadhan sebagai rutinitas bulanan dalam setiap tahun, yang diisi dengan tidak makan dan minum di siang hari, dan setelahnya ditutup dengan berlebaran? Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.free-7.net Download ebook Misteri Ramadhan. [download]


Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj

Penulis: Maulana Muhammad Ali

Alangkah sedihnya bahwa kaum Muslimin sendiri terlibat dalam percekcokan intern mengenai masalah-masalah kecil, sehingga mereka tak sempat memikirkan persoalan yang lebih penting. Seandainya mereka menaruh perhatian sedikit saja terhadap pergolakan sengit yang sekarang sedang berlangsung antara kekuatan materiil dan kekuatan spirituil, niscaya mereka akan melihat dengan terang, bahwa mengamuknya Dajjal dan merajalelanya Ya’juj wa Ma’juj bukanlah dongengan kosong, melainkan gambaran tentang serbuan kaum materialis Eropa dengan agama Nasraninya pada zaman sekarang. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.ekstragratis.com. Download ebook Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj. [download]


Tasawuf: Pluralisme dan Pemurtadan

Penulis: H. Hartono Ahmad Jaiz

Buku ini merupakan refleksi pemikiran Penulis dalam berinteraksi dengan banyak aliran sempalan dalam Islam yang kalau dibiarkan sangat membahayakan, karena tidak jelas dasar dan ujung pangkalnya, bahkan cenderung menyimpang sehingga membawa dampak pada kekacauan umat dalam memahami ajaran Islam. Buku ini juga sebagai bentuk keprihatinannya terhadap kondisi umat Islam yang dibodohi tanpa sadar oleh sekelompok orang yang mengaku paham dien al-Islam, sekaligus bentuk serangan balik  terhadap kampanye ajaran tasawuf. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.perpusindo.com. Download ebook Tasawuf: Pluralisme dan Pemurtadan. [download]


Ada Pemurtadan di IAIN

Penulis: H. Hartono Ahmad JaizBuku yang menyingkap masalah gencarnya pemurtadan di kampus-kampus IAIN di seluruh Indonesia. Cara-cara yang sangat canggih ditempuh untuk membuat para mahasiswa menjadi ragu, bahkan malu, dengan ajaran agamanya sendiri. Buku ini wajib dibaca bila kita ingin tahu mengenai masalah-masalah JIL, Paramadina, Islam Pluralis, Islam Progresif, dan apa pun istilahnya, yang justru mengajak kita untuk menjauhi syariat Islam. Nilai tambah diperoleh karena buku ini dibuat justru oleh seorang lulusan IAIN. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.perpusindo.com Download ebook Ada Pemurtadan di IAIN. [download]

 


Pembelaan dan pembenaran tanpa reserve terhadap perilaku Kyai yang belum tentu salah benarnya merupakan sebuah fenomena faktual yang memprihatinkan. Sikap mengiyakan, patuh dan tunduk dalam segala hal kepada sesama nanusia, yang menjadi kebiasaan sebagian warga Nahdliyin, sesungguhnya telah menjurus ke arah pengkultusan individu. Dan ini adalah suatu bentuk penuhanan tanpa sadar. Penghormatan yang berlebihan dan pokoknya patuh terhadap kyai yang lekat dalam tradisi NU, merupakan suasana kondusif untuk melahirkan tuhan-tuhan kecil di dunia. Sedangkan sikap tidak mau tahu, tutup telinga, tutup mata, nerasa paling benar, merasa paling besar, dan merasa paling kuat, adalah sebagian penyakit lama di tubuh NU yang belum sembuh hingga kini. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.perpusindo.com Download ebook Bila Kyai Menjadi Tuhan. [download]


Tanggung Jawab Pemuda Islam Hari Ini

Penulis: Imam Asy Syahid Hasan Al Banna

Inilah rahasia kesuksesan Rasulullah SAW didalam menata, membangun dan merentangkan dakwahnya sehingga menebar keseluruh jagat raya ini. Kader-kader mukmin yang digemblengnya di rumah Ar qom bin Arqom terdiri dari para pemuda yang tangguh. Dari tangan-tangan merekalah terbitnya fajar Islam. Mereka rela berkorban dan menanggung siksaan. Hari-harinnya mereka upayakan untuk mewujudkan kemenangan gemilang. Menaklukan dua imperium besar (Romawi dan Persia). Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.alamanah1429.wordpress.com/ebook. Download ebook Tanggung Jawab Pemuda Islam Hari Ini. [download]


Sejarah Islam Sesudah Rasulullah

Penulis: Abdullah

Nama Saiyidina Abu Bakar Al-Siddiq R.A. adalah tidak asing lagi bagi sekelian ummat Islam, baik dahulu mahupun sekarang. Dialah manusia yang dianggap paling teragung dalam sejarah Islam sesudah Rasulullah S.A.W. Kemuliaan akhlaknya, kemurahan hatinya dalam mengorbankan harta benda dan kekayaannya, kebijaksanaannya dalam menyelesaikan masalah ummat, ketenangannya dalam menghadapi kesukaran, kerendahan hatinya ketika berkuasa serta tuturbahasanya yang lembut lagi menarik adalah sukar dicari bandingannya balk dahulu mahupun sekarang. Download ebook Sejarah Islam Sesudah Rasulullah. [download]


Studi Kritis Pemahaman Islam

Penulis:

Allah Swt telah menentukan bahwa kesadaran manusia datangnya berangsur, bertahap sesuai dengan perkembangan peradaban yang Dia tetapkan lebih dahulu. Dalam kalangan Scientist terdapat suatu kesimpulan bahwa apa yang telah dikatakan benar, sesungguhnya belumlah mutlak benar. Sesuatu hal adalah benar menurut anggapan relatif disuatu jaman karena pada periode berikutnya terdapat bukti yang memperbaiki kebenaran bermula, hingga apa yang kemarin telah benar, kini harus dirubah lagi, dan besok mungkin disempurnakan lagi. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.perpusindo.com/ebook. Download ebook Studi Kritis Pemahaman Islam. [download]


Semangat dan Gairah Orang-Orang Beriman

 Penulis: Harun Yahya

Buku ini membicarakan gairah orang-orang beriman yang terus meningkat sampai akhir hidup mereka. Tujuan buku ini ialah mendorong semua Muslim untuk lebih bergairah dengan menunjukkan bahwa gairah merupakan nikmat yang besar dan merupakan sifat yang memperkuat orang-orang beriman. Pembaca akan memahami rahasia penting yang membuat orang berhasil sekalipun dalam kondisi yang sangat sulit. Di samping itu, dia akan mengetahui karunia yang telah dijanjikan kepada mereka yang tidak pernah kehilangan gairah dan yang menghadapi kesulitan dengan bertawakal kepada Allah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com. Download ebook Semangat dan Gairah Orang-Orang Beriman. [download]


Runtuhnya Teori Evolusi

 Penulis: Harun Yahya

Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Teori ini bukanlah hukum ilmiah maupun fakta yang sudah terbukti. Di balik topeng ilmiahnya, teori ini adalah pandangan hidup materialis yang dijejalkan ke dalam masyarakat oleh kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini – yang telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah di segala bidang – adalah cara-cara mempengaruhi dan propaganda, yang terdiri atas tipuan, kepalsuan, kontradiksi, kecurangan, dan ilusi permainan sulap. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com Download ebook Runtuhnya Teori Evolusi. [download]


Melihat Kebaikan di Segala Hal

 Penulis: Harun YahyaAllah menciptakan setiap patah kata yang diucapkan seseorang, dan setiap peristiwa yang dialaminya, sejak saat ia dilahirkan ke dunia ini. Bagi seorang beriman yang memahami kebenaran ini, kenikmatan iman yang tiada henti akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya. Sebab, ketentuan yang telah digariskan Allah sungguh sempurna. Maha Besar Allah yang telah menciptakan kebaikan di segala hal. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com Download ebook Melihat Kebaikan di Segala Hal. [download]


Manusia dan Alam Semesta

Penulis: Harun Yahya

Buku ini berisi fakta-fakta yang meruntuhkan teori evolusi. Semua ini untuk menangkal kekeliruan pandang akibat teori ini, yang telah begitu lama menjadi landasan bagi semua filsafat anti-Tuhan. Darwinisme menolak fakta penciptaan, dan lebih jauh lagi, penciptaan Allah, dan selama 140 tahun terakhir filsafat ini telah membuat banyak orang meninggalkan kepercayaannya atau jatuh ke dalam keraguan. Oleh karena itu, sangat penting kiranya menunjukkan bahwa teori ini merupakan suatu kekeliruan dan penipuan, dan menyebarkannya kepada semua orang. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com Download ebook Manusia dan Alam Semesta. [download]


Menyibak Tabir Evolusi

Penulis: Harun Yahya

Menyibak Tabir Evolusi adalah buku terjemahan dari versi Inggris berjudul The End of Darwinism yang diterbitkan oleh Goodword Books, India. Buku ini menjadi perlu diterbitkan karena ia berbicara tentang sisi lain dari Evolusi dan Darwinisme yang belum terkuak. Padahal evolusi dan Darwin merupakan wacana yang sangat akrab di tengah masyarakat kita. Hampir semua orang yang pernah menginjak sekolah menengah mengenalnya dengan baik. Bahkan yang tidak pun juga tahu, karena setidaknya, wacana bahwa manusia berasal dari kera hampir menghinggapi telinga semua orang di republik ini. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com Download ebook Menyibak Tabir Evolusi. [download]


Kaum-Kaum Yang Telah Dibinasakan

Penulis: Harun Yahya

Berita-berita tentang kaum yang telah ada terlebih dahulu yang merupakan bagian penting dalam Al Qur’an, jelas-jelas merupakan sebuah hal yang patut untuk kita renungkan. Sebagian besar dari kaum ini mengingkari para nabi yang diutus kepada mereka dan terlebih lagi menunjukan rasa permusuhan terhadap mereka. Karena keberaniannya, merekapun mengundang kemurkaan Allah kepada mereka. Dan merekapun telah disapu bersih dari muka bumi. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com Download ebook Kaum-Kaum Yang Telah Dibinasakan. [download]


Mari Kita Belajar Tentang Islam

Penulis: Harun Yahya

Di dalam buku ini kita akan berbicara tentang kekuasaan Allah, Yang menciptakan ibu, ayah, dan teman kita, juga semua manusia, hewan, tanaman, pendeknya semua makhluk hidup, bumi, matahari, bulan, dan seluruh alam semesta. Kita akan membicarakan kekuasaan dan pengetahuan Allah yang tak terbatas dan apa yang Dia inginkan dan tidak Dia inginkan dari kita. Jangan lupa, ini adalah hal yang sangat penting, yang akan sangat bermanfaat bagi kita. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com Download ebook Mari Kita Belajar Tentang Islam. [download]


Cita Rasa Seni Warna Ilahi

Penulis: Harun Yahya

Sebagian besar orang mungkin tidak pernah berpikir tentang betapa beraneka warnanya dunia tempat hidup mereka atau bertanya-tanya dalam hati bagaimana warna yang beraneka ragam itu ada di bumi ini. Mungkin mereka juga tidak pernah berpikir seperti apa jadinya jika ada sebuah dunia tanpa warna. Hal ini disebabkan karena setiap orang yang dapat melihat dilahirkan ke dalam dunia yang penuh warna. Walaupun demikian, sebuah model dunia yang hitam putih, tanpa warna, bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi. Sebaliknya, hal yang sangat mengagumkan adalah kehidupan kita yang berada dalam suatu dunia yang benderang, dan penuh warna-warni. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com. Download ebook Cita Rasa Seni Warna Ilahi. [download]


Kemilau Jagat Raya

Penulis: Harun Yahya

Pernahkah kamu bayangkan betapa luas alam semesta tempat kita tinggal? Mungkin kamu memang belum banyak tahu tentang hal itu. Kalaupun pernah, kamu tentu masih sangat sulit membayangkan betapa besar ukuran alam semesta ini. Akan kami terangkan seberapa besar alam semesta ini dengan menggunakan suatu contoh. Seberapa jauhkah jarak yang dapat kamu bayangkan? Jarak antara batas kota tempat kamu tinggal mungkin tampak begitu besar bagimu. Anggap saja kamu sedang melintasi seluruh jalan-jalan di kotamu, dari timur ke barat, dan kamu akan terkagum-kagum oleh keluasannya. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com. Download ebook Kemilau Jagat Raya. [download]


Keajaiban Desain di Alam

Penulis: Harun Yahya

Seluruh makhluk di alam, termasuk diri kita, merupakan suatu rancangan. Hal ini, pada gilirannya membuktikan keberadaan Sang Pencipta, Yang merancang semua makhluk dengan kehendak-Nya, memelihara seluruh ciptaan-Nya, dan memiliki kekuasaan dan kebijaksanaan yang mutlak. Namun, semua kenyataan ini ditolak oleh teori evolusi yang dirumuskan pada pertengahan abad ke-19. Teori ini, yang dikemukakan dalam buku karya Charles Darwin On the Origin of Species menilai bahwa semua makhluk berevolusi melalui rangkaian kejadian kebetulan dan berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com. Download ebook Keajaiban Desain di Alam. [download]


Bagaimana Seorang Muslim Berpikir

Penulis: Harun Yahya

Buku ini ditulis dengan tujuan mengajak manusia “berpikir sebagaimana mestinya” dan mengarahkan mereka untuk “berpikir sebagaimana mestinya”. Seseorang yang tidak berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ebookgratis.pakdenono.com. Download ebook Bagaimana Seorang Muslim Berpikir. [download]


Mengenal Islam

Penulis: Mochamad Bugi

Islam adalah syariat Allah yang terakhir yang diturunkanNya kepada penutup para nabi dan rasulNya, Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Islam adalah agama yang dasarnya itu tauhid, syiarnya kejujuran, porosnya keadilan, tiangnya kebenaran, ruhnya kasih sayang. Buku ini akan menjelaskan secara singkat tentang agama Islam. Dalam kajian ini tentunya kita tidak akan membahas tentang kisah-kisah dan riwayat-riwayat yang telah disampiaikan dalam isi kandungan Al-Quran, tetapi kita akan mencoba melihat hakikat mukzizat yang ada dibalik kisah-kisah dan riwayat-riwayat tersebut dan relevansinya dengan hakikat kemukzizatan itu pada masa kini dan masa-masa yang akan datang. Download ebook Mengenal Islam. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ilma95.net [download]


Rahasia di Balik Kalimat Tauhid di Dalam Al-Quran

Penulis: Abu Syeikha bin Imam Al Magety

Al-Quran sebagai mukjizat terbesar dengan rentang masa berlakunya yang sangat panjang sebagaimana yang sudah disampaikan dalam kajian sebelunya, pada postingan ini kita akan mencoba memahami kemukziziatan Al-Quran dalam prospektif masa lalu yang mendapat porsi cukup besar dalam isi kandungan Al-Quran seperti kisah-kisah dan riwayat kaum-kaum terdahulu serta riwayat nabi rusul yang telah diutus sebelum Allah swt mengutus Rassulullah Muhammad saw. Dalam kajian ini tentunya kita tidak akan membahas tentang kisah-kisah dan riwayat-riwayat yang telah disampiaikan dalam isi kandungan Al-Quran, tetapi kita akan mencoba melihat hakikat mukzizat yang ada dibalik kisah-kisah dan riwayat-riwayat tersebut dan relevansinya dengan hakikat kemukzizatan itu pada masa kini dan masa-masa yang akan datang. Download ebook Rahasia di Balik Kalimat Tauhid di Dalam Al-Quran. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di ilma95.net [download] 


Anda akan menemukan kisah yang penuh makna dan teladan. Pun, Anda akan terhibur dengan cerita-cerita yang kadang lucu penuh jenaka. Anda juga akan tercerahkan dengan pelajaran-pelajaran dan wawasan-wawasan mencerdaskan di dalamnya. Selain itu, tentu Anda akan bertambah bijak dengan pesan-pesan dan nasehat-nasehat penuh dengan kearifan yang menyertainya. Dan pada akhirnya, dengan buku ini diharapkan Anda mampu memetik hikmah yang mahal harganya; menjaga kemuliaan akhlak dan mencegah kehinaan budi pekerti, menyucikan nurani lagi melembutkan hati, sehingga Anda mampu mempersembahkan sebuah kemuliaan dalam sejarah dengan menyamai atau bahkan melampaui kemuliaan yang pernah mereka persembahkan. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.erabookstore.com Download ebook 1001 Kisah Teladan. [download]


Kumpulan Doa Sehari-Hari

Penulis: Tata Danamihardja

Ebook ini berisi kumpulan doa yang dapat anda pergunakan sehari-hari. Sekedar menjadi pengingat bagi umat muslim bahwa kita masih memiliki tempat mengadu dan meminta pertolongan. Mudah mudahan ebook gratis buatan mas Tata danamihardja ini bisa menjadi tetes-tetes air pelepas dahaga, pemberi kesejukan pada keringnya jiwa-jiwa pengembara di alam fana ini. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.bukubagus.multiservers.com. Download ebook Kumpulan Doa Sehari-Hari. [download]


Merenungi Ayat-Ayat Inspirator

Penulis: Rahmat, ST

Hidup ini tidak mulus, selalu saja ada halangan dan rintangan yang selalu menghimpitnya, tetapi kita tidak bisa meminta kepada Allah untuk dihindarkan dari musibah. Disinilah keindahan islam, yang harus kita minta adalah agar kita bisa melalui ujian yang diberikan Allah, supaya kita menjadi umat pilihan, umat yang membuktikan kadar keimanan kita kepada Allah. Kunjungi juga website penerbit ebooknya di http://www.motivasi-islami.com Download ebook Merenungi Ayat-Ayat Inspirator. [download]


Hadits untuk Pegangan Sehari-Hari

Penulis: Tata Danamihardja

Ada 100 lebih hadits Riwayat Bukhori-Muslim di dalam ebook ini, semuanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sang penulis sengaja mengumpulkan hadits-hadits ini dalam bentuk ebook agar bisa menemani kegiatan anda yang lebih banyak mengunakan komputer. Sambil bekerja di sela-sela kesibukan, anda masih bisa menyempatkan diri untuk membuka ebook ini, tanpa harus meninggalkan meja anda dan membuka buku-buku yang memenuhi meja kerja anda.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Juli 2012 in Palembang

 

Tag: , , , , ,

Puasa: Penelitian Ilmiah Tentang Puasa

A. Manfaat Puasa Secara Medis

 Allah ta’alaa berfirman:

 يايها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

 Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah: 183).

 Allah berfirman:

 وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون

 Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).

 Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa mengungkap rahasia dari firman Allah “Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih baik bagi kalian”???

 Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mempu mengungkap hakikat puasa, selain hanya menyatakan bahwa puasa adalah keinginan yang boleh bagi manusia untuk melakukannya atau tidak. Itu saja.

 Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.

 Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa’i dari shahabat Abu Umamah:

 قال أبو أمامة: يا رسول الله، مرني بعمل ينفعني الله به، قال: ((عليك بالصوم فإنه لا مثل له

 “Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu”. Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa”.

 Dan sebab pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.

 Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hotmon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran Rasulullah dalam sebuah haditsnya:

 (( من صام من كل شهر ثلاثة أيام فذلك صيام الدهر ))

 Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun).

 Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya:

 من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها

 Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan itu.

 Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.

 Tom Branch, dari Columbia Press mengatakan:

 Aku menganggap puasa adalah pengalaman ruhani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Maka karena keinginan itu, aku mulai berpuasa dengan tujuan membersihkan diriku dari berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Dan aktivitas puasaku belum berlalu beberapa hari, tetapi aku mendapati pengaruh kejiwaan yang demikian besar.

 Aku telah berpuasa beberapa kali hinga sekarang. Dan aku biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Dan pada awalnya tujuanku adalah untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi, juga untuk membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, dan aku melihat banyak kedhaliman dan kebrutalan yang manusia hidup di dalamnya. Sungguh aku merasa bertangung jawab terhadap keadaan mereka, maka aku pun berpuasa untuk menghilangkan fikiran-fikiran itu.”

 “Saya setiap kali berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku berpaling dari fantasi-fantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasa dengan pengalaman yang begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin semua yang aku katakan ini adalah sebab yang menjadikan muslimin -sebagaimana aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds- dengan puasa selama 1 bulan penuh menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan duni manapun”.

 B. Mencegah Dari Tumor

 Puasa juga berfungsi sebagai “dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusah atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Dan puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.

 C. Menjaga Kadar Gula Dalam Darah

 Puasa saangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yangbaik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabets. Dan sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabets ini di seluruh dunia dengan mengikuti “sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabets dan tanpa menggunakan satu obat-obatan kimiawi pun.

 D. Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah

 Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan, adalah “dokter” yang paling murah secara mutlak. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.

Dan inisebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan.

 Adapun jika kita langsung makan daging setelah lapar karena puasa, sayuran, dan roti, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat, dan vitalitas, bahkan ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan. Dan ini tentu bukanlah tujuan Allah mensyariatkan bagi hamba-Nya untuk berpuasa.

 Allah berfirman:

 شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان، فمن شهد منكم الشهر فليصمه، ومن كان مريضا أو على سفر فعدة من أيام آخر، يريد الله بكم اليسرى ولا يريد بكم العسر (البقرة: 185)

 Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda. Maka siapa yang menemui bulan Ramadhan ini maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan maka dia mengganti puasa tersebut pada bulan-bulan lain. Allah menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian kesulitan (Q.S. Al-Baqarah: 175).

 E. Penyakit-Penyakit Kulit

 Sungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. hal ini disebabkan karena dengan puasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang juga kandungan air yang ada di kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada:

 1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit-penyakit mikroba dalam perut.

 2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis).

 3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak.

 Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan:

 Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita sakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemui satu jenis obat pun. Dan setelah dokter-dokter spesialis kulit terkenal di Mesir berkata kepada Ayahku, “Kalian harus membiasakan ini dan kalian hidup dengan penyakit ini. Penyakit iniadalah tamu yang memberatkan lagi memakan waktu lama”.

 Dan ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun, dan dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku benar-benar sumpeg (sempit dada). Dan akhirnya, salah seorang sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku, “Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari kemudian engkau berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang juga menjadi sebab kesembuhan suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan tetapi, lakukanlah bahwa pemberi obat adalah Allah dan sesungguhnya sebab terjadinya obat seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah”.

 Maka, aku pun melakukan puasa, dan aku mulai meneliti hal-hal yang mengeluarkan aku dari jahim yang menyelimutiku. Dan aku membiasakan diri ketika berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3 jam aku baru makan makanan berat. Dan aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Dan mulai terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku sampai tidak percaya pada diriku, dan aku memulai seperti biasa, dan aku melihat bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai akhir hayatku.”

 F. Puasa Mencegah “Penyakit Orang Kaya”

 Penyakit ini sering juga disebut dengan nama “penyakit nacreous” yaitu yang disebabkan karena kelebihan makanan dan sering makan daging. Dan akhirnya tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Dimana darinya akan menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Dan ketika persendian terkena penyakit nacreous, maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang sangat. Dan terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Dan mengurangi porsi makan merupakan sebab utama bagi kesembuhan dari penyakit yang sangat berbahaya ini.

 G. Pembekuan Jantung dan Otak

 Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini –mayoritasnya adalah non-muslim– menegaskan akan kebenaran puasa, sebab puasa bisa menjadi sebab berkurangnya minyak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Taukah anda apa “mal-kolesterol” itu? Mal-Kolesterol adalah zat yang tertimbun pada oleh karena itu tidaklah berlebihan jika kita mau mendengarkan kepada firman Allah Ta`ala yang berbunyi :

 وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون

“Dan adaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus bagi kalian jika kalian mengetahui.”

Maka berapa ribu manusia yang diliputi kebiasaan makan dan minum secara terus menerus tanpa ilmu ataupun bukan karena keinginan. Dan andai mereka mengikuti metode Allah dan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak berlebihan dalam hal makan dan minum, puasa tiga kali tiap bulan, tentu mereka akan mengetahui bahwa berbagai penyakit yang mereka alami akan berakhir serta akan turun berat badan mereka beberapa puluh kilogram.

 H. Sakit Persendian Tulang

 Sakit persendian adalah penyakit yang timbul karena berlalunya waktu yang panjang. Dengan hal itu maka organ-oragan tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitpun akan menyertai, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya adalah kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.

Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasannya puasa bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. pada kondisi ini maka mikroba ataupun bakteri penyebab penyakit ini menjadi zat yang dibersihkan pada badan selama puasa. Percobaan ini dilakukan terhadap jumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.

Berkata Sulaiman Rogerz dari New York berkata, “Aku pernah mengalami penyakit dis-fungsi persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu, padahal penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu kecuali aku tidak bisa berjalan jauh, dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat dari berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal kemudian qodarullah aku berkenal dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani disebuah jalan yang menuju masjid dan ia mengajak aku masuk Islam, dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan, dan aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku terus mengikuti aturan Islam ini karena aku merasa aturan itu lebih menyejukan hati dimana atarun-aturan itu bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya dan menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah masalah yang paling susah yang aku alami di New York. Dan sungguh aku mencoba untuk berpuasa sehari sebelum masuk Islam, aku hanya makan sayur-sayuran, buah-buahan dan kurma saja ketika berbuka pusa. Dan aku tidak makan apapun setelah itu kecuali ketika sahur, dan kini aku bisa berjalan panjang dan Alhamdulillah aku bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang selama ini aku alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang bisa mengobati penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah atas limpahan nikmat-Nya padaku untuk masuk Islam setelah aku benar-benar mantap dengan-Nya.

 Diakhirnya, Sulaiman berkata sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku menyambut bulan Ramadhan setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan, “Ah, layaknya seperti anak kecil saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2012 in solo

 

Tag: ,

PUASA WAJIB DAN SUNNAH

 

A. PENGERTIAN

Kata shiyam atau puasa berasal dari kata “shama-yashumu-shiyaman” dengan pengertian menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat ikhlas karena Allah semata.

Dalam kitab minhajul muslim terjemahan oleh Syeikh Abu Bakr Jabir al Jazairi hal 413 disebutkan bahwa Puasa menurut bahasa ialah menahan. Sedang puasa menurut syari’at ialah menahan dengan niat ibadah dari makanan dan minuman, hubungan suami istri, dan semua yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari.

B. MACAM-MACAM PUASA

1. Puasa Wajib

a. Puasa Ramadhan dan hukum melaksanakannya

Puasa dibulan Ramadhan adalah salah satu dari rukun islam yang lima. Maka hukumnya Fardhu ‘Ain, yakni setiap muslim yang memenuhi syarat wajib melaksanakan puasa. Hal ini didasarkan pada firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S al Baqarah:183).

Dan Sabda nabi Muhammad SAW yang artinya ;

“Dan dirikanlah Islam itu atas lima perkara : persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan Shalat, membayar Zakat, mengerjakan haji ke Baitullah dan Puasa di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari Muslim).

Namun Allah membebankan kewajiban tersebut kepada orang yang telah memenuhi syarat saja. Adapun orang yang di pandang memenuhi syarat berdasarkan syari’at islam adalah sebagai berikut :

a. Beriman/Islam (muslim-Mukmin)

b. Berakal sehat

c. Dewasa

d. Suci (dari haid dan Nifas)

e. Sanggup melakukan puasa

1) Cara-cara puasa wajib

a. Menentukan Awal dan Akhir Puasa.

Untuk menentukan awal dan akhir puasa ramadhan dapat dilakukan dengan cara-cara

Pertama, Ru’yah, yaitu melihat dengan mata kepala atau menggunakan alat tertentu terhadap wujudnya hilal (bulan tsabit) awal bulan.

Kedua, Hisab, yaitu menghitung posisi hilal dengan bantuan ilmu Falak/ Hisab /Astronomi.

b. Niat pada malam harinya.

Hakikat niat adalah kesengajaan yang bergetar dalam hati untuk melakukan sesuatu. Jadi bukan lafaz yang di ucapkan. Bahkan malafazkan niat adalah termasuk perbuatan ghairu masyru’ (tidak dituntunkan), yang harus ditinggalkan. Makan hendaklah niat puasa ramadhan sebelum terbit fajar. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Barang siapa sebelum fajar tidak menetapkan (niat) hendak puasa maka tidak sah baginya puasanya” (Riwayat Lima Ahli Hadits).

c. Makan sahur.

Disunnahkan pula dalam melakukan puasa ini makan sahur, yaitu makan pada waktu sesudah lewat tengah malam dan disunnahkan untuk mengakhirkan sahur ini.

d. Meninggalkan Segala Yang Membatalkan Puasa.

Selama meninggalkan puasa yaitu ddari terbit fajar sampai matahari terbenam taanlah diri anda untuk tidak makan untuk tidak makan, minum dan berhubungan badan suami istri hingga terbenam matahari.

e. Segera Berbuka ketika Maghrib.

Dan setelah matahari terbenam (Maghrib) bersegeralah berbuka berbuka. Sesuai dengan hadits nabi yang artinya : “orang yang paling aku cintai diantara umat-umatku ialah orang yang segera berbuka” (HR. Imam Turmuzi).

2) Orang-orang Yang Tidak Puasa dan Ketentuan-ketentuan Baginya:

a. Perempuan yang sedang dating bulan (haid) atau sedang nifas.

Aisyah berkata: “ saya haid dimassa rasulullah, maka kami disuruh mengqadha dan tidak disuruh mengqadah shalat(HR. Bukhari & Muslim)

b. Orang yang sedang sakit atau sedang dalam perjalanan(pepergian jauh).

Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Al-Baqarah-184).

c. Orang yang sedang dalam keadaan terpaksa.

dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. (Al-Baqarah-184).

3) Yang Membatalkan Puasa.

Ada dua macam hal-hal yang membatalkan puasa seseorang, yaitu : pertama yang membatalkan puasa dan berakibat untuk mengqadha dihari yang lain sebanyak yang ditinggalkan, dalam hal ini dikarnakan makan, minum, datang bulan (haid), atau nifas. Dan yang kedua yang berakibat selain megqada juga harus atau wajib membayar khafarat, hal ini disebabkan karena melakukan seksual suami istri disiang hari dibulan ramadhan.

Membayar kafarat ialah menunaikan salah salah satu dari tiga pilihan berdasarkan urutan prioritas sebagai berikut:

1. Membebaskan seorang budak

2. Puasa dua bulan berturut-turut

3. Memberi makan kepada 60 orang miskin sebanyak satu mud (setengh kilogram) setiap orangnya.

b. Puasa Nazar

Puasa ini dilakukan untuk memenuhi janji kepada Allah yang telah diucapkanya.

“Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (Q.S Maryam : 26)

c. Puasa Qadha

Puasa ini dilakukan apabila ada seseorang sedang melakukan puasa Ramadhan kemudian melakukan hal-hal yang membatalkannya, maka ia wajib menggantinya pada hari lain.

d. Puasa Kifarat (Tebusan)

Puasa yang wajib dilaksanakan oleh seseorang sebagai tebusan, Karena melanggar suatu atuaran. Diantara contohnya yaitu: orang yang sengaja membatalkan puasa dibulan Ramadhan dengan sengaja mengqadakan hubungan seksual dengan istrinya. Puasa ini adalah sebagai pengganti karena ttidak mampu memerdekakan budak.

e. Puasa ganti Rugi

Puasa yang harus dilakukan oleh seseorang yang tidak mampu melakukan suatu perbuatan. Misalnya dalam hal orang berhaji, yang karena suatu alasaan sehingga tidak dapat menjalaknan smua rukun ikhram, ia diharuskan puasa 3 hari sbagai pengganti sedekah dan qurban menyeembelih binatang.(QS. Al-Baqarah:196)

 2. Puasa Sunnat.

Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

a. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

b. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.

c. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.

d. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)

e. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).

f. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).

g. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.

h. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.

i. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.

j. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).

C. HIKMAH PUASA

Adapun diantara hikmah puasa yaitu :

1. Untuk melatih disiplin spiritual (rohani),

2. Puasa menjadi dasar disiplin moral,

3. Nilai social ibadah puasa, dan

4. Sehat jasmani.

  Daftar Pustaka

Abdullah ‘Aly, Syamsul Hidayat. Al Ubudiyah. Surakarta : LPID-UMS, 2008.

Abu Bakr Jabir al Jazairi. Ensiklopedi Muslim, Minhajul Muslim. Jakarta : Darul Falah, 2000.

Salim bin ‘Ied-Al-Hilali.Ensiklopedi Larangan(menurut al-quran dan asunnah). Surabaya: pustakka Imam Asy-Syafi’I,1999.

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2012 in solo

 

Aliran Iluminasionis (Isyrâqiyah )

Aliran Iluminasionis (Isyrâqi) ini didirikan oleh pemikir Iran, Suhrawardi al-Maqtul (w.1191). Dikatakan al-Maqtul, karena ia dijatuhi hukuman mati oleh Sulthan Shalah al-Din al-Ayyubi, dari Mesir, atas pengaduan para ulama Suriah dan tuduhan –karena rasa iri mereka terhadapnya—bahwa ia telah menyebarkan aliran sesat. Teman sekelas Fakhr al-Razi ini telah melakukan perjalanan yang panjang dari kampung halamannya Suhrawardi, dekat Teheran, ke seluruh pelosok Timur Tengah, tetapi pada akhirnya tinggal di Allepo, sebagai guru bagi Malik Al-Zhahir, putra Al-Ayyubi.

Walau meninggakl dalam usia yg relatif muda, yaitu 35 tahun, namun ia telah menyusun beberapa karya yang signikan, seperti Kitab Al-Masy’ari wa Al-Mutharahat; Al-Talwîhat dan Al-Muqawwamât. Tetapi yang paling besar, berpengaruh dan orisinal adalah Hikmah Al-Isyrâq, yang telah telah menjadi kitab utama, di atas mana filsafat Isyraqî dibangun. Kitab ini telah mendapat banyak komentar dari murid-muridnya, seperti Al-Sahrazuri dan Quthb Al-Din Al-Syirazi, atau simpatisannya seperti Ibn Kammunah, seorang filosof Yahudi.

Sebagai salah satu aliran filsafat Islam, filsafat Iluminasi tentu memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan aliran-aliran yang lain, ditinjau dari sudut metodologis, ontologis dan kosmologis. Marilah kita mulai dengan metode berpikir iluminasionis. Berbeda dengan aliran peripatetik, yang lebih menekankan penalaran rasional sebagai metode berpikir dan pencarian kebenaran, filsafat iluminasionis mencoba memberikan tempat yang penting bagi metode intuitif (‘irfan), sebagai pendamping bagi, atau malah, dasar bagi penalaran rasional. Di sini Suhrawardi mencoba mensintesiskan dua pendekatan ini, burhani dan ‘irfanî dalam sistem pemikiran yang solid dan holistik.

Suhrawardi pernah mengklasifikasi pencari kebenaran ke dalam tiga kelompok: (1) Mereka yang memiliki pengalaman mistik yang mendalam –seperti para sufi—tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk mengunkapkan pengalamannya itu secara diskursif; (2) mereka yang memiliki kecakapan nalar diskursif, tetapi tidak memiliki pengalaman mistik sangat penting untuk mengenal secara langsung realitas sejati, sehingga tidak hanya bersandar pada otoritas masa lalu saja, seperti yang dapat ditemukan pada para filososf peripatetik, dan (3) atau terakhir, adalah mereka yang di samping memiliki pengalaman mistik yang mendalam dan otentik, juga memiliki kemampuan nalar dan bahasa diskursif, seperti yang terjadi pada diri Plato, di masa lampau, dan dirinya (baca: Suhrawardi) pada masanya.

Pengalaman mistik adalah pengalaman langsung melihat realitas sejati, karena dalam pengalaman mistik seperti itu ”objek” penelitian telah ”hadir” pada diri seseorang, sehingga modus pengenalan seperti ini sering disebut “ilmu hudhuri” (knowledge by presence) yang kemudian dibedakan dengan “ilmu hushuli” (acquired knowledge) di mana objek penelitian diperoleh tidak secara langsung, melainkan melalui sebuah representasi, baik itu berupa simbol atau konsep.

Arti penting pengalaman mistik bagi pencarian kebenaran adalah bahwa melalui pengalaman tersebut seseorang (filosof atau sufi) dapat secara langung menyaksikan kebenaran sejati (Al-Haqq), yang tidak bisa diperoleh dengan cara yang aman melalui pendekatan apapun, indera atau akal. Kalau tidak, maka filsafat mereka akan dipenuhi oleh ungkapan-ungkapan syathahat yang tidak bisa diakses. Bahkan menurut, sahabat saya, Dr. Haidar Bagir, kemampuan untuk mengungkap pengalaman mistik tersebut, dengan kata lain, pengalaman mistik harus diuji kebenarannya justru lewat bahasa diskursif. Ketika ditanya oleh muridnya apakah buku Hikmah Al-‘Israq ini adalah karya mistik atau filsafat, Suhrawardi menjawab bahwa Hikmah Al-‘Isyraq adalah kitab filsafat yang didasarkan pada pengalaman mistik. Inilah yang menurut penulis merupakan sintesis yang brilian dari seorang Suhrawardi.

Marilah kita beralih sekarang pada aspek ontologis aliran iluminasionis, yang diwakili oleh konsep metafisika cahaya, yang merupakan ciri khas lainnya dari aliran ini. Di atas pernah disinggung bahwa sebagian filosof pernah mengibaratkan Tuhan sebagai matahari dan alam sinarnya. Suhrawardi, adalah seorang filosof Muslim yang menurut saya, paling maksimal memanfaatkan simbolisme cahaya untuk menjelaskan filsafatnya. Baginya Tuhan adalah Cahaya, sebagai satu-satunya realitas yang sejati. Ketika dihubungkan dengan cahaya-cahaya lain, Tuhan adalah Cahaya di atas Cahaya (Nûr Al-Anwar). Ia adalah sumber dari segala cahaya, dari mana semua cahaya lainnya berasal atau memancar.

Menurutnya, segala sesuatu yang ada di dunia terdiri dari cahaya dan kegelapan. Tetapi hanya cahaya yang meiliki wujud yang positif, sedangkan kegelapan adalah negatif, dalam arti tidak memiliki realitas objektif. Ia ada hanya sebagai konsekuensi dari ketiadaan cahaya. Ketika cahaya datang, maka kegelapan sirna. Bagi Suhrawardi benda-benda tidak memiliki definisi atau kategori yang tegas (clear cut) seperti yang dibayangkan kaum Peripatetik. Yang membedakan satu benda lainnya hanyalah intensitas cahaya yang dimilikinya. Semakin banyak kandungan cahayanya, maka semakin tinggi derajatnya. Hewan dan manusia, misalnya, tidak dibedakan secara kategoris melalui esensinya tetapi disebabkan oleh kenyataan bahwa manusia memiliki cahaya yang lebih dibanding hewan.

Dengan demikian, aliran filsafat iluminasionis merupakan kritik yang cukup fundamental –sekalipun tidak terlalu jelas—atas prinsip hylomorfis, karena sementara bagi hylomorfisme bentuk-bentuk benda bersifat relatif. Bagi yang terakhir sesuatu bisa dilihat secara relatif “lebih atau kurang” (more or less) da tidak dibagi secara kategorik ke dalam substansi-substansi yang tetap (fixed).

Selain kritik terhadap filsafat atau prinsip atau prinsip hylomorfisnya peripatetik, filsafat iluminasionis juga memberikan kritik yang tajam atas prinsipialitas wujud, seperti yang diyakini Ibn Sina. Sementara bagi Ibn Sina – dan dikemudian hari Mulla Sadra, wujud adalah yang real, yang fundamental, sementara bagi Suhrawardi esensi (mahiyah)-lah yang real, sedangkan wujud tidak memiliki hubungan realistik dengan realitas. Sebagai pengikut Plato yang percaya bahwa esensilah yang sejati, sedangkan wujud hanyalah abstraksi subyektif manusia saja.

Dengan demikian, filsafat Suhrawardi dikenal sebagai eksistensialisme, yang dipertentangkan dengan eksistensialisme ala Sadra, yang akan kita jelaskan nanti. Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut Suhrawardi esensilah yang lebih prinsipil dan eksistensi (wujud), sebuah ajaran yang sering disebut ishalât al-mahiyyah atau prinsipialitas esensi, sebagai lawan dari ishalât al-wujûd, yang menyatakan bahwa wujudlah yang prinsipil, yang lebih fundamental, sedangkan esensi hanyalah persepsi mental saja.

Untuk menguatkan argumennya tentang ketidaknyataan eksistensi, Suhrawardi bertanya kepada kaum eksistensialis, apa yang anda maksud dengan wujud, ia menyatakan bahwa apa yang dipahaminya tentang wujud tersebut pada hakikatnya bukanlah wujud itu sendiri. Dengan itu Suhrawardi ingin menyatakan bahwa pada akhirnya yang nyata adalah esensi bukan wujud, sekalipun kita sedang berbicara tentang wujud (eksistensi).

Ciri khas ketiga dari aliran iluminasionis bisa dilihat dari ajaran kosmologis mereka, berupa teori emanasi, namun lebih ekstensif dari teori emanasi kaum Peripatetik. Seperti halnya kaum Peripatetik, Suhrawardi juga percaya bahwa alam semesta memancar dari Tuhan. Hanya saja dalam teori emanasi Suhrawardi, kita menjumpai bukan hanya istilah-istilah yang berbeda, tetapi juga struktur kosmik yang berbeda dalam jumlah maupun tatanannya. Tidak seperti Ibn Sina, yang menyebut Tuhan dengan Wâjib al-Wujûd (Wujud Niscaya/Senantiasa Aktual), Suhrawardi menyebut-Nya Nûr al-Anwâr (Cahaya dari segala cahaya), kalau dilihat dari sifat sejatinya sebagai cahaya dan sumber bagi cahaya yan lainnya, dan al-Ghani (Yang Independen) dilihat dari kemandiriaan-Nya yang absolut dari alam. Sedangkan alam sendiri pada gilirannya disebut al-fakîr (berbanding dengan mumkîn al-wujûd-nya Ibn Sina), untuk menunjukkan ketergantungan alam pada Tuhan.

Selain perbedaan istilah, teori emanasi Iluminasionis juga berbeda dalam sturukturnya. Kalau dalam skema kosmik Aristoteles/Peripatetik, alam semesta dibagi ke dalam dua bagian: langit dan dunia bawah bulan (bumi), maka dalam skema kosmik imuminasionis, di atas langit tadi ditambah lagi satu wilayah dunia spiritual murni, yang disebut Timur (Orient/Masriq). Sedangkan langit dan bumi disebut Barat (Occident/Magrib) dimana langit disebut Bumi dengan Barat (Occident), di mana langit disebut Barat Tengah (Middle Occident) dan bumi dengan Barat (Occident) saja. Dengan demikian kosmos Suhrawardi lebih uas dan tinggi (lihat bagan terlampir).

Di Dunia Timur, hanya ada entitas-entitas murni (kadang disebut cahaya atau malaikat), yang tidak bercampurnya cahaya dan kegelapan (seperti disimbolkan/dimanifestasikan dalam bintang-bintang dan matahari) yang mengisi langit-langit kita. Ada pun dunia Barat , baginya adalah dunia kegelapan, berupa benda-benda material, yang menjadi gelap karena jauhnya dari Cahaya Ilahi.

Selain karakteristik di atas, struktur emanasi Peripatetik, karena Suhrawardi membagi cahaya yang memancar dari Tuhan ke dalam dua jenis, cahaya yang bersifat vertikal (thuli), yang memancar dari Tuhan secara vertikal melalui serangkain cahaya yang merentangkan dari cahaya yang merentang dari cahaya pertama (al-nur al-aqrab) hingga dunia Barat Tengah.

Dalam teori emanasi Iluminasionis ini dikenal gradasi cahaya dilihat ari intensitasnya, yang disebabkan oleh hadirnya barzakh-barzakh (barazikh) yang menyekat di antara dua cahaya: cahaya ada di bawahnya. Demikian seterusnya, adapun hubungan cahaya yang di atas dan cahaya yang di bawahnya diatur dengan prinsip dominasi (al-Qahr), sedangkan hubungan dari cahaya yang ada di bawah terhadap yang di atasnya diatur melalui prinsip cinta (mahabbah). Tetapi yang lebih khas lagi dari teori emanasi (hierarki wujud) Suhrawardi adlah munculnya cahaya yang bersifat horizontal (’ardhi), yang tidak muncul secara langsung dari Tuhan, tetapi dari cahaya-cahaya vertikal.

Cahaya-cahaya dalam tatanan horizontal ini disebut Arbab a -Ashnam, yakni semacam prototope bagi makhluk apa pun yang ada di alam fisik. Oleh karena itu, ia mirip sekali dengan ide Platonik, yang merupakan prototipe bagi apa pun yang ada di dunia, yang bertindak sebagai bayang-bayang bagi apa pun yang ada di alam ide.

Satu lagi tatanan cahaya yang bersifat horizontal, yaitu yang disebut dengan al-Anwar al-Mudabbirâh (Cahaya-Cahaya yang dominan). Cahaya-Cahaya yang dominan ini dalam kaitannya daengan benda-benda di bawahnya adalah sebagai daya-daya yang memiliki pengaruh besar terhadap segala makhluk yang ada di bawah pengaruhnya. Ada malaikat/daya-daya yang menjaga tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan, dan lain-lain, ada juga daya-daya (malaikat/cahaya) yang mengatur manusia dan daya-daya yang menggerakkan benda-benda langit.

Terakhir, selain berbeda dalam istilah dan struktur kosmik, emanasi Suhrawardi juga berbeda dari emanasi Peripatetik dari sudut jumlah, yakni jumlah akal-akal atau malaikat-malaikat yang muncul dalam bagan teori emanasinya. Kalau teori emanasi Peripatetik Muslim, hanya memiliki 10 akal, maka bagan teori emanasi Suhrawardi memiliki jumlah akal yang tak terbatas. Alasannya adalah karena benda-benda angkasa termasuk planet-planet tidak terbatas pada sepuluh, tetapi ratusan bahkan ribuan. Nah, karena setiap benda angkasa tersebut membutuhkan sebuah murajjih (sufficient reasons) untuk keberadaaannya, maka akal-akal itu tidak bisa dibatasi pada 10 tetapi berbanding dengan jumlah benda-benda angkasa tersebut., yang karena banyaknya tidak mungkin hanya dibatasi pada agka 10. Inilah karakteristik teori emanasi iluminasionis, yan sekaligus merupakan kritik dan perbaikan atas teori emanasi sebelumnya. [ ]

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2012 in solo

 

Prinsip-Prinsip Peripatetisme Islam

Salah satu ciri utama peripatetisme adalah epistemologinya yang berlandaskan pada metode logis Aristotelian, yang bersifat diskursif-demonstrational. Ciri Lain Aristotelian adalah hylomorfisme (berasal dari kata hyle, yang berarti materi, dan morph yang berati forma). Menuruti prinsip ini, segala sesuatu terbentuk sebagai komposit (gabungan) antara materi dan forma. Forma adalah aktualisasi (enteleki, entelechia) dari materi.

Jadi pada dasarnya, hymplomorfisme bersifat sepenuhnya material: segala sesuatu yang ada ini – menurut Aristoteles—bersifat sepenuhnya material. Dan jelas, ini tak sama dengan forma ideal Platonik. Yang disebut terakhir adalah semacam idea (gagasan) yang sepenuhnya bersifat immaterial (berada di alam nonmaterial) yang menjadi model yang dengannya segala sesuatu di dunia ini terbentuk. Gagasan tentang forma ideal platonik ini lebih terasa perannya dalam Iluminisme dan filsafat-filsafat iluministik lainnya.

Meski filsafat Islam sejak Al-Kindi –melewati, antar lain, Al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Thufail dan Ibn Bajjah—hingga Ibn Rusyd disebut sebagai bersifat peripatetik, pada kenyataannya banyak dipengaruhi Neo-Platonisme –kecuali Ibn Rusyd yang memiliki misi untuk membersihkan Aristotelianisme dari Neo-Platonisme. Neo-Platonisme adalah aliran yang dikembangkan terutama oleh Plotinus. Pengaruh ini secara langsung, bersumber pada sebuah ringkasan (parafrase) dari 3 Bab Ennead karya Plotinus, yang disalahpahami sebagai karya Aristoteles. Di dunia Islam, karya ini memang dikenal sebagai Atsulujia Aristuthalis (Theologia Aristoteles atau Teologia saja). Meski demikian, menurut hemat penulis, tak dapat dikatakan bahwa jika para filosof Muslim tak menemukan atau menyalahpahami karya Plotinus sebagai karya Aritoteles, maka filsafat Islam tak akan bersifat (Neo)-Platonik dan sebagai gantinya, bersifat sepenuhnya Aristotelian. Dengan satu dan lain cara, tampaknya Platonisme, yang lebih membuka ruang bagi yang spiritual dan yang religius, cepat atau lambat akan memberikan pengaruhnya kepada filsafat Islam yang, tentu saja, lebih memiliki afinitas kepada pemikiran yang bersifat religius pula. Memang, kenyataannya, berbeda dari Aristotelianisme murni, pembahasan dalam aliran ini sesungguhnya tak bebas dari iluminisme. Bahkan, untuk pertama kalinya Plotinus mengembangkan konsep tentang Tuhan (The One), sebagai tampak dalam paham emanasi, yang akan dibahas di bawah ini.

Adalah Ibn Sina yang biasa disebut sebagai filosof Muslim peripatetik par excellence. Memang tampak sekali ciri-ciri Aristotelian dalam pemikiran-pemikirannya. Namun, seperti juga pada para filosof Muslim lainnya yang bisa disebut sebagai bersifat peripatetik, orang tak akan gagal melihat besarnya pengaruh Neo-Platonisme dalam pemikirannya. Bahkan, di masa-masa lebih lanjut hidupnya, Ibn Sina menjadi lebih cenderung kepada tasawuf. Hal ini dapat dilihat dalam 3 bab terakhir buku Al-‘Isyarat wa Al-Tanbihat, yang merupakan salah satu karyanya yang telah matang. Dalam bab-bab yang dijudulinya Maqâmât Al-‘Arifin (Kedudukan-Kedudukan Para ‘Arif /Sufi) itu Ibn Sina benar-benar memfokuskan diri pada metode tasawuf. Tetapi, bukan hanya itu: dalam berbagai risalah-risalah ringkasnya, khususnya Risâlah fi Al-‘Isyq, nada Ibn Sina adalah sepenuhnya sufistik. Selain menjadikan kecintaan sebagai basis segala sesuatu, termasuk pengetahuan, Ibn Sina tak segan menggunakan kata ittihâd (penyatuan) dengan Tuhan sebagai puncak pengalaman manusia, menggantikan kata ittishâl (kontak) dengan Akal Kesepuluh yang biasa mencirikan pemikiran peripatetik. Tampak di sini pengaruh prinsip Sympathea (Sympathy atau Simpati) Plotian –yakni, bahwa sebuah kesatuan “sistemik” berdasar simpati atau cinta—di dalam pemikirannya mengenai masalah ini. Sebagian ahli yang lain –menyatakan bahwa pada akhir-akhir hidupnya, Ibn Sina menulis sebuah buku yang berjudul Mantiq Al-Masyriqiyyîn (Logika Kaum Iluminis) yang sepenuhnya iluministik, meski yang bisa ditemukan hanyalah bagian Mukadimahnya saja.

Bahkan Al-Farabi pun disebut-sebut sebagai memiliki gaya hidup seorang sufi. Sebagian juga menisbahkan buku Fushûsh Al-Hikam –berjudul sama tapi berbeda dengan buku karya Ibn ‘Arabi – yang sepenuhnya sufistik kepada filosof Muslim ini. Selanjutnya, tak sulit juga untuk melihat kandungan-kandungan iluministik dalam karya-karya Ibn Thufail (Hayy Ibn Yaqzhan, “Sang Hidup Putra Sang Jaga”) dan Ibn Bajjah (Al-Tadbir Al-Muwahhid, “Pemerintahan Sang Soliter”).

Emanasi Sebagai Basis Kosmologi

 Awalnya adalah Tuhan yang Tunggal, tak ada sesuatu selain-Nya. Lalu terjadilah emanasi (al-faidh) ilahi, yang darinya bermulalah proses penciptaaan alam semesta (ibdâ’). Alam semesta yang tercipta sebagi hasil proses emanasi ini tersusun dalam hierarki-hierarki. Mulai dari Allah –yang terttinggi, bahkan melampaui batas apapun—melewati wujud-wujud immaterial murni di bawahnya, hingga wujud paling rendah dari bagian material alam semesta.

Menurut teori emanasi ini, wujud Allah sebagi suatu wujud Intelegensia (Akal) Mutlak yang berpikir tentang dirinya, “sebelum” adanya wujud-wujud yang selain-Nya –secara otomatis menghasilkan —(yakni, memancarkan)—Akal Pertama (‘Al-Aql Al-Awwal) sebagai hasil “proses” berpikir-Nya. Menurut sebuah hadis qudsi, Allah berfirman, “Yang Pertama kali aku ciptakan adalah al-‘aql, Sang Akal (akal Pertama).”

Pada gilirannya, Sang Akal –sebagai akal—berpikir tentang Allah dan sebagai hasilnya, terpancarlah Akal Kedua. Proses ini berjalan terus hingga berturut-turut terciptalah Akal Ketiga, Akal Keempat, Akal Kelima dan seterusnya hingga Akal Kesepuluh. Akal Kesepuluh ini adalah akal terakhir dan terendah dalam tingkatan-tingkatan wujud di alam imaterial.

Nah, di samping terciptanya akal-akal tersebut, proses ini juga menghasilkan terciptanya jiwa dan wadag planet-planet. Untuk menjelaskan masalah ini, marilah kita kembali kepada berbagai tingkatan akal tersebut. Selain berpikir tentang Allah sebagai Sumber Penciptaannya, Akal Kedua juga berpikir tentang dirinya sendiri. Namun, dari proses ini terpancarlah (baca: terciptalah) jiwa dan wadag planet tertinggi –yang pertama dalam tingkatan planet—yang disebut sebagai planet atau langit pertama (al-sama’ al-‘ûlâ). Selanjutnya, proses berpikir tentang diri sendiri ini dilakukan oleh Akal Kesepuluh dengan hasil terciptanya, secara berturut-turut, jiwa dan wadag bintang-bintang tetap (al-kawâkib al-tsâbitah), Saturnus, (Zuhal), dan seterusnya. Hingga terciptanya bulan (al-qamar) sebagai planet kesembilan dan bumi (al-ardh) sebagai planet kesepuluh. (Mengenai tingkatan-tingkatan wujud sebagai hasil proses penciptaan berdasarkan emanasi ini selengkapnya lihat bagan 1.)

Pertanyaannya, mengapa proses emanasi berhenti pada Akal Kesepuluh? Jawabannya jauh dari rumit. Hal ini terkait dengan perkembangan astronomi pada era filosof Muslim masa itu –yang diwarnai oleh pandangnan Ptolomeus. Dalam astronomi Ptolomeus, planet-planet dipercayai berjumlah sepuluh. Untuk menghasilkan sepuluh planet itulah, akal pun dibatasi hingga berjumlah sepuluh. Dan sudah tentu pandangan seperti ini sekarang sudah usang.

Kembali kepada penciptaan planet-planet, yang perlu diperhatikan adalah bahwa, berbeda dengan planet-planet lain, planet bumi tak lagi bersifat imaterial murni, tetapi telah merupakan campuran antara yang imaterial (’aql atau rûh) dengan yang material. Dengan kata lain, semua wujud i bumi merupakan gabungan (komposit) antara materi (maddah) dengan forma (shûrah) –yang bersifat imaterial. Sebagai ilustrasi yang paling jelas adalah manusia yang merupakan gabungan antara badan atau wadag yang bersifat materi dengan akal atau ruh yang bersifat imateri. Pada dasarnya, seluruh ciptaan –termasuk apa yang selama ini kita anggap benda mati—merupakan gabungan antara maateri dan ruh seperti disinggung di atas, jiwa-jiwa. Di bumi ini tak ada materi mutlak atau pun akal atau ruh mutlak. Untuk benda mati, forma (shûrah) itulah akal atau ruhnya.

[Catatan: Hierarki, yang sudah melibatkan keberadaan malaikat, adalah gagasan Ibn Sina. Dalam Al-Farabi, meski hierarkinya amat mirip, konsep tentang malaikat-malaikat yang sejajar dengan setiap planet belum lagi muncul. Tentu saja, gagasan-gagasan tentang (hierarki) malaikat muncul secara lebih terelaborasi dalam filsafat Suhrawardi].

Nah, aspek materi ciptaan atau wujud di bumi terbentuk di bawah pengaruh planet bulan. Sementara itu, forma diberikan oleh Akal Kesepuluh. Ini sebabnya Akal Kesepuluh disebut sebagai Pemberi Forma (Dator Formarum atau Wahb Al-Shuwar) yang sering sekali diidentikkan dengan Malaikat Jibril.

Memang, Akal Kesepuluh, yang juga biasa disebut sebagai Akal Aktif (Al-’Aql Al-Fa’al) ini juga bertugas untk memberikan –tepatnya, seperti akan kita lihat dalam pembahasan kita tentang akal di bawah ini, mengaktualisasikan –intelek (akal) manusia dan dengan demikian, ”memberi”nya ilmu (pengetahuan). Yang terakhir ini bisa disebut sebagai pencerahan (ilhâm), atau wahyu jika terkait dengan para nabi. Jika rantai proses penciptaan di alam imaterial bersifat menurun, rantai hierarki maujud di bawahnya –yakni di alam (gabungan antara yang imaterial dan) material –bersifat menaik.

Seperti telah disinggung di atas, yang terendah di alam seperti ini adalah materi murni –yang pada praktiknya tidak ada. Nah, dalam filsafat Islam maujud komposit yang biasa disebut sebagai jiwa mineral (al-nafs al-’aqdiyyah) –adalah yang unsur materinya relatif paling dominan. Dari sini, kita mendapati berturut-turut jiwa tumbuhan (al-nafs al-nabâtiyyah), jiwa hewan (al-nafs al-hayawâniyyah), dan jiwa manusia yang berpikir (al-nafs al-nâthiqah). Lihat Bagan 2 berikut ini.

Jiwa yang di atas merupakan pengembangan –sebutlah evolusi, jika mau—dan meliputi, jiwa yang lebih rendah. Setiap bagian jiwa ini menyumbang pada natur manusia. Jiwa tumbuhan menyambung pada aspek vegetatif (nutritif dan apetitif) manusia, sementara jiwa hewan menyumbangkan aspek emosi (syahwat) padanya.

Akal dan Pembagian-Pembagiannya

Seperti diuraikan sebelumnya, di atas segalanya, manusia adalah hewan yang berpikir (al-hayawân al-nâthiq). Lalu, bagaimanakah struktur, tingkatan-tingkatan dan fungsi unsur-unsur jiwa, berpikir (al-nafs al-nâthiqah) manusia. (lihat bagan 1)

Tingkatan terendah akal manusia adalah Akal Potensial (al-‘Aql bi Al-Malakah). Setelah mendapatkan stimulasi dari (persepsi) indrawi, yang kemudian diolah di bagian-bagian akal yang rendah. Akal Potensial, pengetahuan tersebut masih terdapat dalam keterikatannya dengan persepsi indriawi, pada tingkat Akal Aktual, pengetahuan tersebut telah dilepaskan darinya dan dengan demikian menjadi forma (sepenuhnya).

Ketika akal manusiatelah mencapai tingkat capaian (mustafâd) dan bersifat sepenuhnya formal (berasal dari kata forma), terbukalah peluang untuk berhubungan –secara teknis disebut sebagai (itishâl)—dengan Akal Aktif, yang juga sepenuhnya bersifat formal. Pada saat inilah pencerahan akal manusia oleh Akal Kesepuluh mengaktualisasikan ilmu pengetahuan dan dengan demikian, manusia menjadi “tahu” atau tercerahkan tentang hal-hal yang belum diketahuinya pada tingkat-tingkat akalnya yang lebih rendah.

Itulah pandangan Al-Farabi. Namun dalam Ibn Sina masih ada tingkatan yang lebih tinggi yang disebut sebagai akal suci (al-‘aql al-qudsi). Akal suci adalah tingkatan akal yang hanya bisa dicapai oleh orang-orang dengan tingkatan intelektual yang paling tinggi. Jika pengetahuan yang diperoleh lewat kontak akal capaian dengan Akal Kesepuluh lebih bersifat filosofis, sementara yang berbasis akal suci mengambil bentuk ilham atau wahyu.[ ]

Note:

Makalah ini dipresentasikan dalam Paket Kajian Filsafat Islam ICAS-Jakarta (Tgl: 21 April 2006)

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2012 in solo

 

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI

 PENDAHULUAN

Dalam makalah ini akan memaparkan tentang cabang-cabang dalam filsafat, yang pertama di sebut landasan ontologis; cabang ini menguak tentang objek apa yang di telaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari objek tersebut ? bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (sepert berpikir, merasa dan mengindera) yang membuakan pengetahuan?. Kedua di sebut dengan landasan epistimologis; berusaha menjawab bagaimna proses yang memungkinkan di timbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara/tehnik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?. Sedang yang ketiga, di sebut dengan landasan aksiologi; landasan ini akan menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional?[1]

Jadi untuk membedakan jenis pengetahuan yang satu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya. Denganb mengetahuan jawaban-jawaban dari ketiga pertanyaan ini maka dengan mudah kita dapat membedakan berbagai jenis pengetahuan yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia. Hal ini memungkinkan kita mengenali berbagai pengetahuan yang ada seperti ilmu, seni dan agama serta meletakkan mereka pada tempatnya masing-masing yang saling memperkaya kehidupan kita. Tanpa mengenal ciri-ciri tiap pengetahuan dengan benar maka bukan saja kita dapat memanfaatkan kegunaanya secara maksimal namun kadang kita salah dalam menggunakannya. Ilmu di kacaukan dengan seni, ilmu dikonfrontasikan dengan agama, bukankah tak ada anarki yang lebih menyedihkan dari itu?

PEMBAHASAN

A. Ontologi

Objek telaah ontologi adalah yang ada. Studi tentang yang ada, pada dataran studi filsafat pada umumnya di lakukan oleh filsafat metaphisika. Istilah ontologi banyak di gunakan ketika kita membahas yang ada dlaam konteks filsafat ilmu.

Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan, atau dalam rumusan Lorens Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya.

1. Objek Formal

Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif, realitas tampil dalam kuantitas atau jumlah, tealaahnya akan menjadi kualitatif, realitas akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme, idealisme, naturalisme, atau hylomorphisme. Referensi tentang kesemuanya itu penulis kira cukup banyak. Hanya dua yang terakhir perlu kiranya penulis lebih jelaskan. Yang natural ontologik akan diuraikan di belakang hylomorphisme di ketengahkan pertama oleh aristoteles dalam bukunya De Anima. Dalam tafsiran-tafsiran para ahli selanjutnya di fahami sebagai upaya mencari alternatif bukan dualisme, tetapi menampilkan aspek materialisme dari mental.

2. Metode dalam Ontologi

Lorens Bagus memperkenalkan tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu : abstraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik. Abstraksi fisik menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu objek; sedangkan abstraksi bentuk mendeskripsikan sifat umum yang menjadi cirri semua sesuatu yang sejenis. Abstraksi metaphisik mengetangahkan prinsip umum yang menjadi dasar dari semua realitas. Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik.

Sedangkan metode pembuktian dalam ontologi oleh Laurens Bagus di bedakan menjadi dua, yaitu : pembuktian a priori dan pembuktian a posteriori.

Pembuktian a priori disusun dengan meletakkan term tengah berada lebih dahulu dari predikat; dan pada kesimpulan term tengah menjadi sebab dari kebenaran kesimpulan.

Contoh : Sesuatu yang bersifat lahirah itu fana (Tt-P)

Badan itu sesuatu yang lahiri (S-Tt)

Jadi, badan itu fana’ (S-P)

Sedangkan pembuktian a posteriori secara ontologi, term tengah ada sesudah realitas kesimpulan; dan term tengah menunjukkan akibat realitas yang dinyatakan dalam kesimpulan hanya saja cara pembuktian a posterioris disusun dengan tata silogistik sebagai berikut:

Contoh : Gigi geligi itu gigi geligi rahang dinasaurus (Tt-S)

Gigi geligi itu gigi geligi pemakan tumbuhan (Tt-P)

Jadi, Dinausaurus itu pemakan tumbuhan (S-P)

Bandingkan tata silogistik pembuktian a priori dengan a posteriori. Yang apriori di berangkatkan dari term tengah di hubungkan dengan predikat dan term tengahj menjadi sebab dari kebenaran kesimpulan; sedangkan yang a posteriori di berangkatkan dari term tengah di hubungkan dengan subjek, term tengah menjadi akibat dari realitas dalam kesimpulan.[2]

Sementara Jujun S. Suriasumantri dalam pembahasan tentang ontologi memaparkan juga tentang asumsi dan peluang. Sementara dalam tugas ini penulis tidak hendak ingin membahas dua point tersebut.

B. Epistemologi

Masalah epistemology bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan dengan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat di ketahui. Memang sebenarnya, kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemology. Kita mungkin terpaksa mengingkari kemungkinan untuk memperoleh pengetahuan, atau mungkin sampai kepada kesimpulan bahwa apa yang kita punyai hanyalah kemungkinan-kemungkinan dan bukannya kepastian, atau mungkin dapat menetapkan batas-batas antara bidang-bidang yang memungkinkan adanya kepastian yang mutlak dengan bidang-bidang yang tidak memungkinkannya.

Manusia tidak lah memiliki pengetahuan yang sejati, maka dari itu kita dapat mengajukan pertanyaan “bagaimanakah caranya kita memperoleh pengetahuan”?[3]

Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan

a. Empirisme

Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke, bapak empirisme Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa),dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.

Ia memandang akal sebagai sejenis tempat penampungan,yang secara pasif menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Ini berarti semua pengetahuan kita betapapun rumitnya dapat dilacak kembali sampai kepada pengalaman-pengalaman inderawi yang pertama-tama, yang dapat diibaratkan sebagai atom-atom yang menyusun objek-objek material. Apa yang tidak dapat atau tidak perlu di lacak kembali secara demikian itu bukanlah pengetahuan, atau setidak-tidaknya bukanlah pengetahuan mengenai hal-hal yang factual.

b. Rasionalisme

Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di dalam diri barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna mempunyai ide yang sesuai dengan atau menunjuk kepada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja.

c. Fenomenalisme

Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Baran sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinyan sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Karena itu kita tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaanya sendiri, melainkan hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada kita, artinya, pengetahuan tentang gejala (Phenomenon).

Bagi Kant para penganut empirisme benar bila berpendapat bahwa semua pengetahuan di dasarkan pada pengalaman-meskipun benar hanya untuk sebagian. Tetapi para penganut rasionalisme juga benar, karena akal memaksakan bentuk-bentuknya sendiri terhadap barang sesuatu serta pengalaman.

d. Intusionisme

Menurut Bergson, intuisi adalah suau sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika. Analisa, atau pengetahuan yang diperoleh dengan jalan pelukisan, tidak akan dapat menggantikan hasil pengenalan secara langsung dari pengetahuan intuitif.

Salah satu di antara unsut-unsur yang berharga dalam intuisionisme Bergson ialah, paham ini memungkinkan adanya suatu bentuk pengalaman di samping pengalaman yang dihayati oleh indera. Dengan demikian data yang dihasilkannya dapat merupakan bahan tambahan bagi pengetahuan di samping pengetahuan yang dihasilkan oleh penginderaan. Kant masih tetap benar dengan mengatakan bahwa pengetahuan didasarkan pada pengalaman, tetapi dengan demikian pengalaman harus meliputi baik pengalaman inderawi maupun pengalaman intuitif.

Hendaknya diingat, intusionisme tidak mengingkati nilai pengalaman inderawi yang biasa dan pengetahuan yang disimpulkan darinya. Intusionisme – setidak-tidaknya dalam beberapa bentuk-hanya mengatakan bahwa pengetahuan yang lengkap di peroleh melalui intuisi, sebagai lawan dari pengetahuan yang nisbi-yang meliputi sebagian saja-yang diberikan oleh analisa. Ada yang berpendirian bahwa apa yang diberikan oleh indera hanyalah apa yang menampak belaka, sebagai lawan dari apa yang diberikan oleh intuisi, yaitu kenyataan. Mereka mengatakan, barang sesuatu tidak pernah merupakan sesuatu seperti yang menampak kepada kita, dan hanya intuisilah yang dapat menyingkapkan kepada kita keadaanya yang senyatanya.

e. Dan masih masih banyak lagi yang menjadi bahasan dalam epistemology.

C. Aksiologi

Dewasa ini ilmu bahkan sudah berada di ambang kemajuan yang mempengaruhi reproduksi dan penciptaan manusia itu sendiri. Jadi ilmu bukan saja menimbulkan gejala dehumanisasi namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kamanusiaan itu sendiri, atau dengan perkataan lain, ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya, namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri, atau dengan perkataan lain, ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya, namun juga menciptakan tujuan hidup itu sendiri. “bukan lagi Goethe yang menciptakan Faust.” Meminjamkan perkataan ahli ilmu jiwa terkenal carl gustav jung,” melainkan faust yang menciptakan Goethe.”

Menghadapi kenyataan seperti ini, ilmu yang pada hakikatnya mempelajari alam sebagaimana adanya mulai mempertanyakan hal-hal yang bersifat seharusnya: untuk apa sebenarnya ilmu itu harus dipergunakan? Dimana batas wewenang penjelajahan keilmuan? Ke arah mana perkembangan keilmuan harus diarahkan? Pertanyaa semacam ini jelas tidak merupakan urgensi bagi ilmuan seperti Copernicus, Galileo dan ilmuwan seangkatannya; namun bagi ilmuan yang hidup dalam abad kedua puluh yang telah mengalami dua kali perang dunia dan hidup dalam bayangan kekhawatiran perang dunia ketiga, pertanyaan-pertanyaan ini tak dapat di elakkan. Dan untuk menjawan pertanyaan ini maka ilmuan berpaling kepada hakikat moral.

Sebenarnya sejak saat pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalah-masalah moral namun dalam perspektif yang berbeda. Ketika Copernicus (1473-1543) mengajukan teorinya tentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa “bumi yang berputar mengelilingi matahari” dan bukan sebaliknya seperti apa yang dinyatakan oleh ajaran agama, maka timbullah interaksi antara ilmu dan moral (yang bersumber pada ajaran agama) yang berkonotasi metafisik. Secara metafisik ilmu ingin mempelajari alam sebagaimana adanya, sedangkan di pihak lain, terdapat keinginan agar ilmu mendasarkan kepada pernyataan-pernyataan (nilai-nilai) yang terdapat dalam ajaran-ajaran diluar bidang keilmuan di antaranya agama. Timbullah konflik yang bersumber pada penafsiran metafisik ini yang berkulminasi pada pengadilan inkuisisi Galileo pada tahun 1633. Galileo (1564-1642), oleh pengadilan agama tersebut, dipaksa untuk mencabut pernyataanya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

Sejarah kemanusiaan di hiasi dengan semangat para martir yang rela mengorbankan nyawanya dalam mempertahankan apa yang mereka anggap benar. Peradaban telah menyaksikan sokrates di paksa meminum racun dan John Huss dibakar. Dan sejarah tidak berhenti di sini: kemanusiaan tak pernah urung di halangi untuk menemukan kebenaran. Tanpa landasan moral maka ilmuwan mudah sekali tergelincir dapat melakukan prostitusi intelektual. Penalaran secara rasional yang telah membawa manusia mencapai harkatnya seperti sekarang ini berganti dengan proses rasionalisasi yang bersifat mendustakan kebenaran. “segalanya punya moral,” kata Alice dalam petualangannya di negeri ajaib, “asalkan kau mampu menemukannya.” (adakah yang lebih kemerlap dalam gelap; keberanian yang esensial dalam avontur intelektual?).

Jadi pada dasarnya apa yang menjadi kajian dalam bidang ontologi ini adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan; untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional?[4]

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan :

1. Ontologis; cabang ini menguak tentang objek apa yang di telaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari objek tersebut ? bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (sepert berpikir, merasa dan mengindera) yang membuakan pengetahuan?.

2. Epistemologi berusaha menjawab bagaimna proses yang memungkinkan di timbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara/tehnik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?.

3. Aksiologi menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral?[5]

DAFTAR PUSTAKA

Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Pustaka Sinar Harapan,

Jakarta, 1996.

Prof. Dr. H. Noeng Muhadjir, Filsafat Ilmu, Penerbit Rake Sarasin, Yogjakarta, 2001.

Louis O. Kattsouff, Pengantar filsafat, Tiara Wacana, Yogjakarta

Sidi Gazalba, Sistematika filsafat II, Yogjakarta, 1995.

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2012 in solo

 
 
%d blogger menyukai ini: