RSS

AQSAMUL QUR’AN

17 Mei

(Tugas Mata Kuliah Ulumul Qur’an)
Dosen Pengampu: Dr. Hasan Al-Qudsy.M.Sc.

Disusun Oleh:
Imam Wahyudi
G 000 080 063

FAKULTAS AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SURAKARTA
2008
KATA PENGANTAR

Asslamu`alaikum Wr.wb.
Puji syukur alhamdulillah dipanjatkan kehadiran Allah Swt, dzat yang menciptakan alam dan seisinya, dzat yang menghidupkan dan mematikan, dzat yang memperpanjang siang dan malam dengan teratur, dialah satu-satunya dzat yang wajib di sembah oleh hamba-hambanya.dialah yang apabila berkehendak untuk mengangkat serajat hambanya tidak ada siapapun yang mampu untuk mencegahnya dan apabila ingin menenggelamkan hambanya tidak ada sesuatu apapun yang bisa menghalangginya.sholawat beserta salam teruntuk nabi muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliah menuju zaman islamiah, zaman yang di ridhai oleh allah swt.
Makalah ini hadir tidak lepas dari bimbingan allah swt dan rasulnya, dan disini kami mencoba mengangkat tema yang menjelaskan apa sebenarnya Aqsam Al-qur`an dimana sebuah tema yang tidak akan pernah usai dimakan waktu.Adapun poin-poin yang terkandung didalamnya menerangkan bawasannya Allah SWT mempunyai sumpah-sumpah dalam Al Qur`an bagi umat manusia pada umumnya.
Akhir kata, semoga apa yang kami suguhkan ini dapat dapat di kenang dan diambil manfaatnya. Amin.

Wassalamu`alaikum Wr.wb.

Surakarta, 27 Desember 2008.

penulis

PENDAHULUAN
Kesiapan jiwa individu dalm menerima kebenaran dan tunduk terhadap cahayanya itu berbeda-beda. Jiwa yang jernih yang fitrahnya tidak tergoda kejahatan akan menyambut petunjuk dan akan membukakan pintu hati bagi sinarnya serta berusaha mengikutinya sekalipun petujuk itu sampai kepadanya hanya sepintas kilas. Sedang jiwa yang tertutup oleh kejahilan dan gelapnya kebatilan tidak akan tergerak hatinya kecuali dengan peringatan dan kalimat yang jelas, dengan cara seperti itulah keingkaranya tergerak. Qasam (sumpah) dalam perkataan, termaksud salah satu cara untuk memperkuat ungkapan kalimat yang diiringi dengan bukti nyata, sehinga lawan dapat mengakui apa yang semula diingkarinya.
AQSAMUL QUR`AN

A. Pengertian Aqsam
Kata Aqsam adalah bentuk jamak dari isim masdar qasam yang berarti al- halaf dan al-yamin karena mempunyai satu makna, yaitu berarti sumpah. Shiqhat asli Qasam ialah fi`il atau kata kerja aqsam atau ahlafa yang muta`addinkan dengan huruf ba` sesuatu yang dinyatakan dalam suatu sumpah disebut. Muqsam `alaihi yang disebut juga dengan jawaban qasam menurut istilah. Qasam didefinisikan sebagai berikut: sumpah ialah mengikatkan jiwa untuk tidak melakukan sesuatu perbuatan atau untuk mengerjakannya, yang diperkuat dengan sesuatu yang diagungkan bagi yang bersumpah, baik secara nyata maupun secara keyakinan saja.
Sudah menjadi kebiasaan manusia dalam semua masa, jika berbicara, berjanji atau bersemboyan, maka meraka selalu ingin memperkuat dengan berbegi cara, diantaranya dengan sumpah, pendegaran akan yakin dan mantap dalam menerima dengan mempercayai ucapan yang didengar.
Orang yang pertama menyusun ilmu al-Aqsammil Qur`an ialah imam Ibnul Al-Jauziyah(wafat 751) yang menulis kitap At-tibyan fi aqsamil qur`an.

B. Rukun-Rukun Qasam
Siqhat qasam yang asli ialah seperti dalam surat an-Nahl Ayat 38:

Artinya: mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh, Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.

Sighat qasam yang asli itu terdiri dari tiga rukun, yaitu:
a) huruf ada fi`il qasam yang dimuta`adikan dengan huruf ba`. Contoh seperti lafal:
b) huruf ada muqsam bih (penguat sumpah). Yaitu sumpah itu harus diperkuat sesuatu yang diagungkan oleh yang bersumpah, contoh dalam lafal: .
Mengenai muqsam bih, didalm Al Quran terdapat sekitar 99 meqsam bih, temaksud yang berulang-ulang, pertama musam bih berupa Dzat Allah. Kedua, muqsam bih berupa perbuatan ( proses kerjaaNya) Allah. Ketiga, muqsam bih berupa makhluk Allah atau hasil kerjaNya.ada pula ulama’ menambahkan satu muqsam bih berupa Al Quran.

c) harus ada muqsam alaihi (berita yang diperkuat dengan sumpah itu). Yaaitu ucapan yang supaya diterima /dipercaya orang yang mendengar, lalu diperkuatkan dengan sumpah tersebut seperti kalimat:

(Allah tidak akan membangkitkan orang mati). Ini adalah ucapan orang yang ingkar terhadap hari kiamat.
Fi’il qasam
Dalam percakapan sehari-hari atau dalam ayat-ayat Al-Quran , sumpah itu tidak selalu lengkap mencakup ketiga rukun tersebut. Kadang-kadang fi’il qasamnya dibuang tidak disebut., diganti dengan huruf ba’ saja. Tetapi dalam al-quran, penggunaan huruf ba’ ini hanya terjadi jika fi’il qasamnya didebutkan. Contohnya dalam ayat 53 surat An-nur:

Bahkan, terkadang huruf ba’ itupun diganti dengan wawu, seperti dalam ayat 1 surat Al-lail:

( Demi malam apabila menutupi(cahaya siang). Atau diganti dengan huruf ta’, seperti dalam ayat 57 surat Al-anbiya:

(Demi Allah, pasti akan saya hancurkan berhala-berhala beliau (sumpah nabi ibrahim).

Keadan Muqsam Bih
Dr. Bakri Syakh Amin dalam buku At-Ta’bir Alfan Bil Quran menceritakan kebiasaan orang-orang arab jahiliah yang selalu memakai qasam bih selain Allah, misalnya dengan umurnya, hidupnya, kakeknya, kepalanya dan lainnya . Misalnya mereka bersumpah dengan berkata;

اقسم بعمرك وعمرى, و حيا تى, أو وحيا ة أبيك, أو رأسك أو غير دلك

(saya bersumpah demi umurmu, atau demi umur saya, atau demi hidupku, atau demi hidup ayahmu, atau demi kepalamu dan sebagainya).
Maksud sumpah orang-orang jahiliah tersebut adalah untuk memulyakan hal-hal yang dijadikan muqasam bih itu. Menurut kebiasaan mereka memang memulyakan hal tersebut. Selain dengan kebiasaan orang-orang arab jahiliah itulah, dalam Al-Quran juga terkadang ada qasam seperti qasam orang arab jahiliah . Misalnya ayat:72 surah al hijr;

Artinya: Demi umur (Muhammad), sesungguhnya mereka begelimang dalam kemabukan .
Padahal, menurut peraturan muqasam bih, sumpah itu seharusnya memakai nama allah swt, Dsat atau sifat-sifatnya, terutama bagi sumpah manusia. Sebab, ada larangan bersumpah dengan muqsam bih selain Allah, yang dihukumi musyirik. Hal itu berdasar hadist riwayat umar;

أن رسول الله صلى ألله عليه وسلم : من حلف بغير ألله فقد كفر أو اشرك

Artinya : barang siapa besumpah dengan selain nama allah, maka dia telah kafir atau musyrik.(HR. Tirmidzi)
Memang, bagi allah swt boleh bersumpah dengan muqsam bih apa saja. Sebab, muqsam bih itu harus yang bersifat diagungkan oleh yang bersumpah. Sedang bagi allah yang maha agung itu tidak ada yang harus diagungkan oleh-Nya, sehinga Dia boleh bersumpah dengan Dzat-Nya ataupun dengan makhluk-Nya. Tetapi tidak untuk mengagungkan mahluk itu, melainkan supaya manusia mengerti bahwa mahluk/benda-benda yang dijadakan muqasam bih Allah SWT itu adalah benda/mahluk yang penting, yang besar artinya. Contoh Allah bersumpah pada buah tin,zaitun,dan gunung thur siniin, serta Negara arab yang aman adalah supaya manusia mengetahui kedudukan benda-benda tersebut, dan menyadari kebesaran pencipta-Nya yaitu Allah SWT.
Allah bersumpah dengan mahluk-Nya, karena makhluk itu menunjukkan penciptanya, disamping menunjukkan pula akan keutamaan dan manfaatan makhluk tersebut, agar dijadikan pelajaran bagi manusia. Dari Al Hasan diriwayatkan, ia berkata, “ Allah boleh bersumpah dengan makhluknya yang dikehendaki-Nya. Namun tidak boleh bagi seorang pun bersumah kecuali dengan nama Allah.
Keadaan Muqasam ‘Alaih
Muqasam alaih ialah berita yang dikuatkan dengan sumpah atau disebut juga jawaban sumpah. Sebagaimana dijelaskan diatas, bahwa maksud atau tujuan sumpah adalah untuk memperkuat berita muqsam alaih itu, agar berita itu diterima oleh pendengar.
Ada empat hal yang harus dipenuhi oleh muqsam alaih itu, yaitu :
a). muqsam alaih/ berita it harus terdiri dari hal-hal yang baik, terpuji, atau hal-hal yang penting.
b). muqsam alaih itu sebaiknya disebutkan dalam setiap bersumpah. Jika muqsam alaih tersebut kalimatnya terlalu panjang, maka muqsam alaih boleah dibuang.
c) jika jawab qasamnaya berupa fi’il madhi mutaharrif positif, maka harus dimasuki huruf lam dan qad.
d) materi muqsam alaih bisa bermacam-macam, terdiri dari berbagai bidang pembicaraan yang baik-baik dan penting-penting.

C. Huruf-huruf Qasam
Huruf-huruf yang digunakan dalam qasam ada tiga. yaitu:
1) huruf wawu, seperti dalam firman Allah.

Artinya: maka demi tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (QS, Adz-Dzariat ayat 23)
Sumpah yang menggunakan wawu tidak perlu menggunakan lafat aqsama, ahlafa sesudahnya harus menggunakan kata yang jelas, bukan pengganti.
2) huruf ba’ seperti firman Allah:

Artinya: Aku bersumpah demi hari kiamat,
3) huruf ta’ seperti firman Allah:

Artinya: Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
Sumpah dengan ta’ tidak boleh menggunakan kata yang menunjukkan sumpah dan sesudah ta’ harus disebut kata Allah atau Robb.

D. Macam-macam aqsam al-qur`an
Dilihat dari segi fi’ilnya, qasam alqur’an itu ada dua macam, sebagai berikut:
a) Qasam dhahir, yaitu qasam yang fi’il qasamnya disebutkan bersama dengan muqsam bihnya. Contohnya:

Tidak sekali-kali, aku bersumpah dengan hari kiamat, Dan tidak sekali-kali, aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).( Al Qiyamah: 1-2).
sebagian ulama’ mengatakan,”la” di dua tempat ini adalah “la nafy” untuk menafikan sesuatu yang tidak disebutkan yang sesuai dengan konteks sumpah. Dan misalnya adalah:
“Tidak benar apa yang kamu sangka, bahwa hisab dan siksa itu ada.”
Kemudian baru dilanjutkan dengan kalimat berikut:
“ Aku bersumpah dengan hari kiamat dan dengan nafsu lawamah, bahwa kamu kelak akan dibangkitkan.”

b) Qasam mudhmar (qasam tersimpan) yaitu qasam yang fi’il qasam dan muqsam bihnya tidak disebutkan tetapi ditunjukkan oleh lam taukid yang masuk pada jawaban qasam . Seperti firman Allah:

Artinya: kalian sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan jiwa kalian.
Maksudnya, Demi Allah, kamu kamu sungguh-sungguh akan diuji.
E. Tujuan dan Faedah Aqsam
.Sebetulnya, antara tujuan dan faedah qasam itu hampir sama, tetapi biarlah disini dijelaskan sendiri-sendiri. Tujuan sumpah ialah cita yang dicanangkan sebelun bersumpah, sedangkan faedah adalah hasil yang dicapai setelah bersumpah.
a) Tujuan Qasam
Tujuan qasam adalah untuk memperkuat pembicaraan agar dapat diterima atau dipercaya oleh pendengarnya. Qasam ini perlu, karena pendengar itu bisa bersikap salah satu dari tiga kemungkinan, sebagai berikut :
1) pendengar orang netral atau wajar-wajar saja terhadap eksistensi berita, tidak ragu-ragu dan tidak pula mengingkari,pendengaran yang seperti ini bisa diberi kalam ibtida’ (berita tanpa diberi penggunaan tauhid ataupun sumpah). Contoh surat Al Baqoroh ayat:2.

Artinya: Itulah kitab (Al qur’an) yang tidak ada keraguan di dalamnya.
2) Pendengar bersifat ragu-ragu terhadap kebenaran berita, sehingga yang diajukan padanya perlu diberi sedikit penguat yang disebut kalam thalabia kalam yng ditaukidi). Contoh: surat Al-hadid ayat ke 8.

Dalam ayat ini diberi penguat satu yaitu kata “Qad”.
3) Pendengar bersikap ingkar terhadap berita yang didengar, dia menyatakan kebeneran itu, karena itu, bertanya harus dengan kalam ingkari(diperkuat sesudah dengar kadar keinginanya. Jika keingkaran sedikit, cukup diberi taukid satu saja. Contoh surat An-Nisa` ayat 40.

Artinya: sesungguhnya Allah tidak menganiaya seorang walau sebesar Dzarroh(Atom).
Tapi kalau keinginan itu agak kuat, maka perlu diberi dua taukid.contoh ayat 72 surat Al- Maidah.

Artinya: sungguh telah kafir, mereka yang mengatakan bahwa Allah ialah Isa Al-Almasih Ibnu maryam.
Dalam ayat ini diberi dua taukid yaitu“lam taukid” dan Qod.Tetapi kalau keingkaranya itu sangat kuat maka harus diberi beberapa taukid. Seperti:

Artinya: Demi Allah, pasti akan melakukan tipu muslihat terhadap berhala-berhala kalian.
Dalam ayat ini diberi tiga tauhid yaitu sumpah,lam taukid dan nun taukid.

b) Faidah Qasam
Qasam merupakan salah satu penguat perkataan yang masyhur unyuk memantapkan dan memperkuat kebenaran sesuatu didalm jiwa. Al Quran Al Karim diturunkan untuk seluruh manusia, dan manusia mempunyai sikap yang bermacam-macam terhadapnya. Diantaranya ada yang meragukan, ada yang mengingkari dan ada pula yang amat memusuhi. Karena itu dipakai Qosam dalm kalamullah. Guna menghilangkan keraguan melenyapkan kesalahan pahama, membangun argumentasi, menguatkan khabar dan menetapkan hukum dengan cara paling sempurna.
Dengan memperkuat pemberitaan memakai sumpah maka sedikitnya akan di peroleh faedah-faedah sebagai berikut :
a. berita itu sudah sampai kepada pendengar , dan kalau dia bukan orang yang menolak, tentunya berita tersebut sudah diterima karena sudah di perkuat dengan sumpah memakai nama Allah.
b. Pemberi berita sudah merasa lega, karena telah menaklukan pendengar dengan cara memperkuat berita –beritanya dengan sumpah atau beberapa taukid.
c. Dengan bersumpah memakai nama Allah atau sifat-sifatnya menurut Dr. Bakri Syekh Amin,berita memuliakan atau mengagungkan Allah SWT karena telah menjadikan namanya Dzat yang di agungkan sebagai penguat sumpah.

DAFTAR PUSTAKA

Djalal H.A., Abdul.2008. Ulumul Qur`an. Dunia Ilmu. Surabaya.
Chirzin, Muhammad. 1998. Al-qur`an dan Ulumul Qur`an. PT. Amanah Bunda. Sejahtera.Yogyakarta
Mana` Al-qaththan, Mabahits fi Ulum Qur`an( Riyadh: mansurat al-`asyr Al hadist, 1973) H 290.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2012 in solo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: