RSS

ETIKA DAN ADAB KHATIB DALAM KHUTBAH JUM`AT

17 Mei

PENDAHULUAN

Khutbah jum`ah merupakan bagian dari shalat jum`at itu sendiri. Dalam penyampaian khotbahnya, seorang khatib perlu etika dan adab. Untuk persamaan pemahaman, perlu dijelaskan pengertian etika. Etika lebih dimaknai apa yang seharusnya dilakukan dalam rangka kesempurnaan suatu khutbah.

ETIKA DAN ADAB KHATIB.

  • Mengawali Khutbah dengan Puji Syukur, Syahadat, Shalawat, Salam.

Mengawali hal-hal di atas, menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap khatib dalam menyampaikan khutbahnya. Hal ini sesuai dengan petunjuk Nabi dalam setiap khutbahnya. Perhatian hadis berikut ini:

  •  Wasiat Taqwa

Setelah mengucapkan salam, dilanjutkan dengan wasiat taqwa, baik untuk dirinya sendiri mupun kepada jama`ah. Ayat yang sering dibca Nabi berkaitan dengan wasiat taqwa ini adalah surat Ali Imron, ayat 102; surat al-Nisak, ayat 1; dan surat al-Ahzab, ayat 70-71.

  • Memberikan Salam Saat Naik Mimbar.

Salam saat hendak naik mimbar merupakan keharusan untuk dilakukan bagi setiap khatib yang hendak memulai khutbahnya. Petunjuk ini didasarkan pada riwayat Atha` dan asy-Sya`bi berikut ini:

  • Jelas, Padat dan Mudah Dipahami Isi dari Khutbah.

Seorang khatib dalam memberikan khutbahnya harus dengan bahasa yang dapat dipahami dan mudah diterima sehingga maksud pesan yang disampaikan bisa dilaksanakan untuk petunjuk kehidupan sehari-hari. Untuk menuju ke pemahaman yang mudah, maka kata-kata yang dipilih tentu harus kata-kata yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga kalimat-kalimat yang dipergunakan juga seyokyanya kalimat yang pendek-pendek. Dengan cara demikian, jama`ah mampu menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainya. Aisyah ra, pernah bercerita tentang khutbah-khutbah Rasulullah:

“Rasulullah saw tidak tergesa-gesa menyambung pembicaraan dengan pembicaraan lain seperti tergesa-gesanya kalian (nerocos). Akan tetapi beliau berbicara dengan memberikan waktu sela sehingga mudah ditangkap dan diingat oleh orang yang duduk bersama beliau.

  • Penampilan Menarik.

Penampilan seorang khatib sangat perlu untuk diperhatikan. Sebab, tidak sedikit orang yang membuat ketertarikan seseorang itu dilihat dari penampilannya, meskipun ini juga tidak merupkan ukuran normtif.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2012 in solo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: