RSS

PERADABAN BARAT (sejarah peradaban islam)

17 Mei

PERADABAN BARAT

Mengapa Barat perlu dikaji ?, karena banyak Muslim yang salah paham tentang Barat, dan mengerti mengapa Barat juga memahami Islam. Selain itu, setiap kali kebanyakan orang menyebut Barat imajinasinya adalah kemajuan dan kecanggihan. Sebaliknya ketika orang menyebut Islam asumsinya adalah kemunduran dan ketertinggalan.

Memahami Barat
Barat sebenarnya adalah letak atau arah geografis, tapi dalam konteks peradaban letak geografis hampir tidak relevan lagi. Barat sebagai peradaban membawa makna yang kompleks dan terkadang kontroversial.
Samuel Huntington, ketika ditanya apa itu Barat, ia menjawab Barat sebenarnya adalah negara-negara yang secara historis menjadi bagian dari imperium kristen sejak seribu yang tahun atau lebih. Negara-negara Barat, menurutnya adalah Amerika Serikat, Amerika Utara dan Eropa, serta Eropa Barat.
Jika Huntington memaknai Barat dengan kriteria agama, maka Muslim memahami Barat dengan cara berbeda. Ada 4 cara pandang Muslim mengenai Barat.

  • Muslim awam : Barat adalah simbol kemajuan teknologi, sistem pendidikan, ekonomi, tatanan sosial dan politik, disiplin, dan simbol-simbol kebudayaan lainnya. Karena itu segala yang berasal dari dari Barat diterima sebagai standar untuk menentukan kemajuan.
  • Muslim terpelajar: Barat sebagai simbol kecanggihan metodologi penelitian dan pengkajian. Kelompok ini menganggap ilmu itu netral dan karenanya mengambil ilmu apapun dari Barat tidak ada masalah asal membawa “kemajuan”
  • Kelompok yang melihat Barat sebagai bangsa penjajah yang harus dimusuhi. Segala sesuatu yang berasal dari Barat harus ditolak. Kelompok ini oleh Cherryl Bernard dinamakan Muslim fundmentalis.
  • Kelompok yang melihat Barat secara kritis dan obyektif, yaitu Barat adalah peradaban asing yang berbeda dari Islam dalam banyak hal. Tidak semua yang datang dari Barat itu baik, dan tidak pula semuanya buruk. Barat perlu dilihat secara cermat. Oleh sebab itu kelompok ini tidak melihat Barat secara berlebihan, tidak apresiatif secara gelap mata, dan tidak membenci secara membabi buta.

Arnold Toynbee menyatakan, bahwa peradaban Barat menawarkan paham sekularisme, dimana agama telah ditinggalkan dan teknologi dijadikan sesuatu yang sentral.

Naquib al-Attas Barat Masa Kini dan Latar Belakang Kristen menerangkan bagaimana Kristen Barat bisa menjadi sekulerdan bagaimana sikap para tokoh agama mereka. Dan bagaimana akibat dari menerima sekularisme ini bagi konsep teologi Kristen. Jadi Kristen benar-benar telah masuk kedalam miliew kultural Barat sehingga negara-negara yang dikelompokkan sebagai bagian dari negara Barat oleh Huntington hanya sekedar “bekas” emporium Kristen. Jadi sebenarnya, substansi kebudayaan Barat saat ini sudah bukan Kristen lagi. Sebab kini yang muncul dan dominan menjadi tiang kebudayaan Barat di antaranya adalah paham sekularisme dan bukan agama Kristen.

Keruntuhan Dinasti Umayah

  • Kekuasaan wilayah yang sangat luas dalam waktu yang singkat tidak berbanding lurus dengan komunikasi yang baik, menyebabkan situasi keamanan dan kejadian-kejadian tidak segera diketahui oleh pusat.
  • Lemahnya para khalifah, dari 14 khalifah, selain Muawiyah, Abdul Malik, al-Walid I, Sulaiman, Umar II, dan Hisam kesemuanya adalah lemah, tidak mampu mengatur negara bahkan mereka terkurung di istana dengan hidup bersama gundik-gundik, minuman keras, dan tenggelam dalam musik, (contoh Yazid II sangat mencintai seorang penari dan suka minum minuman keras yang berlebihan, Al-Walid II, berusia 11 tahun, belum baligh, tapi hidup bersama penari dari Mesir, Hababah).
  • Pada masa Umayah, Islam dijadikan sebagai agama untuk alat dan simbol politik penguasa Umayah, tidak untuk perdamaian. Sehingga muncul konflik antar golongan.
  • Para wazir dan panglima sudah mulai korup dalam mengendalikan negara.
  • Islam cepat tersiar karena jasa para pahlawan mawali (non arab), namun mereka tidak dihargai dan diberi kedudukan yang layak, bahkan pajak yang dibebankan kepada mereka tidak manusiawi.

Komparasi Khulafaurrasyidin dan Dinasti Umayah

  • Pada masa Khulafaurrasyidin sistem pemerintahan dijalankan atas dasar al-Quran, Hadis dan Ijma’, sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam menjalankan roda pemerintahan, perintah khalifah segala-galanya dan harus dipatuhi.
  • Pada masa khulafaurrasyidin, khalifah menganggap sebagai pelayan masyarakat, sedangkan para khalifah Dinasti Umayah, menganggap diri mereka sebagai penguasa.
  • Pada masa khulafaurrasyidin bertahan karena dukungan rakyat, sedangkan masa Dinasti Umayah para khalifah bertahan dengan kekuatan.
  • Pada masa khulafaurrasyidin tidak ada suku yang berkuasa terus menerus, sedangkan pada masa Dinast Umayah dalam kekhalifahan hanya merekalah yang menguasai.
  • Pada masa Khulafaurrasyidin hak berbicara dijamin dan rakyat langsung menghadap khalifah, sedangkan pada masa Dinasti Umayah hak bicara rakyat ditekan dan jika rakyat menghadap khalifah harus melewati perantara yang disebut Hajib.
  • Pada masa Khulafaurrasyidin sistem demokrasi berjalan sedang pada masa Dinasti Umayah suara rakyat tidak dihiraukan.
  • Pada masa Khulafaurrasyidin tidak memiliki hak terhadap bait al-mal, sedang pada masa Dinasti Umayah bait al-mal menjadi milik khalifah sendiri.
  • Pada masa Khulafaurrasyidin khalifah hidup sederhana dan dianggap orang biasa, namun sebaliknya para khalifah Dinasti Umayah hidup serba kemewahan seperti raja-raja Persia dan Bizantium.
  • Pada masa Khulafaurrasyidin khalifah merangkap ahli hukum,agama, dan sngat menghargai alim ulama. Sebaliknya masa Dinasti Umayah para ulama diistirahatkan dari dunia politik.
  • Pada masa Khulafaurrasyidin gerak – gerik khalifah tentang urusan agama dibatasi oleh Syariah, sedang pada masa Dinasti Umayah khalifah memerintah seenaknya.

KEBUDAYAAN BARAT YANG MERUSAK

Bencana Barat belum habis, bahkan kebudayaan negatif dan melumpuhkan keimanan dan tata hidup masyarakat umat Islam.
Ilmu pengetahuan yang baik dan tata hidup yang baik, kita terima dan menirunya.
Kebudayaan negatif sangat cepat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, dan merusak sendi-sendinya adat istiadat ke-Timuran dan akhlak yang luhur hingga terjerumus pada dekadensi moral.
Dr. Zaki Mubarak, dalam buku yang berjudul:
االلغة و الدين و التقاليد فى حياة الاستقلا ل.
(Bahasa, agama, dan kebudayaan dalam alam merdeka)
Menyebutkan :

  • Makan minum dan makanan. Bukan saja namanya sudah meniru Barat, yaitu” Menu”, juga cara makannya dinamakan “France dinner”, lalu bahan makanannya pada umumnya barang import dari Barat.
  • Mengucapkan salam. Ucapan salam secara Islam “ assalamu ‘alaikum” dirubah dengan “good morning”
  • Hidup bertetangga. Kebiasaan kunjung mengunjungi dengan tetangga, dirubah dengan pertemuan di restaurant, night club, cafe-cafe, tempat dansa dll.
  • Berhari Raya dan ikut bergembira atau bela sungkawa. Kunjung mengunjungi pada hari raya, tanda ikut gembira atau sebaliknya ikut berduka cita, semua berubah dan cukup diganti dengan pengiriman kartu … sms… rasa mesra dan ramah tamah sudah hilang.
  • Hidup berkeluarga. Kebiasaan untuk berkumpul sekeluarga di dalam rumah tangga antara suami istri, ibu bapak dengan anak-anak, serta keluarga kecil atau besar, semuanya telah buyar, karena masing-masing sibuk memenuhi hobinya.
  • Hidup persamaan tanpa perbedaan. Cara hidup Islam yang memandang manusia adalah sama, karena pengaruh Barat menjadi terkotak-kotak, terpisah satu dengan lain, pakaian yang berbeda, korp yang berbeda, perbedaan kedudukan dll.

Nadwi dalam bukunya:
االصراع بين الفكرة والاسلا مية والفكرة الغربية فى الاقطار الاسلا مية.
(Pertarungan antara alam fikiran Islam dengan alam fikiran fikiran Barat di negeri-negeri Islam).
Dia membagi 3 kelompok sikap umat Islam menghadapi peradaban Barat

  • Sikap negatif, menolak segala kebudayaan yang bercap Barat, dan tetap berpegang kepada aqiedah dan adat kebiasaan yang tradisional.
  • Sikap menjiplak dan menerima segala kebudayaan Barat, dan sebanyak mungkin melakukan westernisasi (pembaratan) dalam segala gerak langkahnya.
  • Sikap kesatria, mengambil mana yang baik dan menolak mana yang buruk. Kelompok ini sangat terbatas jumlahnya, masih bersifat perorangan, dan bagi negara kita masih merupakan “ideal” karena kekurangan tangan yang kuat untuk memimpinnya.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2012 in solo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: