RSS

NASAKH WAL MANSUKH

Kata Pengantar

Alhamdulilah, Segala puji bagi Allah Swt yang maha pengasih, pelimpah cinta, yang maha penyayang yang tiada terbilang. Dialah sesembahan semua yang berada dilangit dan dibumi. Yang maha hidup dan maha berdiri sendiri. Rasa kantuk dan tidur tidak dapat menyentuh-Nya. Dia mengetahui segala yang ada di hadapan dan dibelakang mereka.kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi. Tempat kembali segala sesuatu yang ada di jagat raya ini dan Dialah maha tinggi dan maha besar.

Shalawat, salam dan berkah tercurah penuh kepada Rosulullah, manusia pilihan,cahaya umat, yang membawa risalah islam. Semoga tercurah juga kepada keluarganya, keturunan, sahabat, serta siapa saja yang akan selalu mengikuti sunnah dan ketauladannya untuk mengarahkan kehidupan di dunia ini.

Makalah ini hadir tidak lepas dari anugerah Allah Swt dan Rasul-Nya, dan disini kami mencoba mengangkat tema yang menjelaskan apa sebenarnya Nasakh wal Mansukh.Adapun poin-poin yang terkandung didalam Al-qur`an menerangkan tentang kandungan al-qur`an yang tiada bertepi dari masa ke masa, untuk menemukan mutiara baru.

Al-qur`an merupakan kitab suci yang harus dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sebagai “Way of life”. Atas dasar itulah setiap aspek pengajaran al-qur`an selalu mendapatkan perhatian serius oleh para pemikir muslim. Salah satu aspek (persoalan ) dalam Al-qur`an yang dipandang kontradiksi dan melahirkan pro dan kontra pendapat dikalangan para ulama adalah “Nasakh Mansukh.” Sungguhpun dalam al-qur`an sendiri terdapat sebuah ayat dengan tegas mengatakan : “Seandainya Allah Swt, niscaya mereka akan menemukan di dalamnya ikhtilaf (kontradiksi) yang banyak Qs.An-nisa :82.

Kendatipun demikian, dikalangan para ulama ternyata muncul perbedaan pendapat dalam menghadapi ayat-ayat yang sepintas mengandung gejala kontradiksi.Oleh Karena itu, persoalan Nasakh-Mansukh dijadikan pembahasan dalam makalah ini.

DEFINISI NASAKH DAN MANSUKH

Para ulama mempunyai banyak pendapat tentang definisi Nasakh dan Mansukh, diantarnya :
• Menurut bahasa Nasakh :
Nasakh Mempunyai 4 macam arti diantarnya:
1. Menghapus /meniadakan (Al-izaalah wal i`daam)
Kata nasakh berarti menghapuskan sesuatu atau menghilangkannya . contohnya:

نسخت الشمس الظل
Cahaya matahari telah menghilangkan bayang-bayang.

نسخ الشيب الشبان
Uban itu telah menghilangkan kemudaanya.

Kalau pada al-qur`an surat Al-hajj : 52, dalam ayat tersebut kata : “yansyaku” diartikan “menghilangkan”.

2. Memindahkan Sesuatu yang tetap sama (At-tahwiilu ma`a baqaa `ihi fi nafsihi)
Kata memindahkan suatu barang dari suatu tempat ketempat lain, tetapi barang itu tetap sama saja.
Contoh :
تنا سخ الطَلإ ب من كلّية الى كّلية
Para mahasiswa itu sering berpindah dari satu fakultas ke fakultas lain.
3. Menyalin/ mengutip (An Naqlu Min kitabin ilaa kitaabin)
Kata nasakh adalah menyalin /mengutip tulisan dari satu buku kedalam buku lain. Dengan tetap adanya persamaan antara salinan/ kutipan dengan yang di salin /dikutip.Contoh :
نسخت الذرس
Saya menyalin pelajaraan itu (salinan pelajaran itu tentu sama dengan yang di salin),terdapat dalam Qs. Al-jaasityah 29 :

Artinya : “Inilah Kitab (catatan) kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya kami Telah menyuruh mencatat apa yang Telah kamu kerjakan”.
4. Mengubah dan membatalkan sesutu dengan menempatkan sesuatu yag lain sebagai gantinya. (At-taqhyir wal ibthaal wal iqan matisy sya`i maqaa mahu).
Kata nasakh adalah mengubah sesuatu ketentuan / hukum, dengan cara membatalkan ketentuan hukum yang ada ,di ganti dengan hukum baru yang lain ketentuanya.

نسخت الوصية للآقربين بأية الموا رث Hukum wasiat kepada sanak kerabat itu dihapuskan oleh ayat-ayat tentang waris.
• Menurut istilah Nasakh
Nasakh adalah mengubah ketentuan hukum/peraturan dengan membatalkan hukum /peraturan yang pertama diganti dengan yang baru. Pengertian ini sejalan dengan At-taghyi wal ibthaal wal iqaamatisysya`i maqaamahu (pengertian no 4).
نسخت الوصية للآقربين بأية الموا رث
Disamping itu juga,para ulama berbeda pendapat dan berbeda dalam merumuskan definisi nasakh menurut istilah.
Adapun pengertian nasakh ada 3 macam :
a).Nasakh secara Umum
Nasakh adalah membatalkan hukum yang diperoleh dari nash (ketentuan dalil ) yang pertama, dibatalkan dengan ketentuan nash yang datang kemudian. Contoh : Definisi nasakh secara umum ialah kalimat : “Peraturan Peradilan Agama” di nasakhkan menjadi Undang-undang No.7 tahun 1989 tentang “Peradilan Agama “.
b). Definisi nasakh secara lengkap
Nasakh adalah menghapuskan hukum syara` dengan memakai dalil syara` dengan tenggang waktu, dengan cacatan kalau sekiranya tidak ada nasakh itu tentulah hukum yang pertama itu akan tetap berlaku.Qs.Al-mujadillah :12-13.
c).Definisi nasakh yang salah
Nasakh adalah membatasi keumuman nash yang terdahulu mengqayidi/menentukan arti lafal mutlaknya dengan nash yang kemudian.
Contoh : Yang membatasi / menghilangkan keumuman lafal al-muthallaqaat (wanita yang diceraikan ),Qs.al-baqorah: 228, Qs.al-ahzab 49 , Qs.maidah 3 Qs. Al an `am 145.

SYARAT-SYARAT NASAKH
1).Hukum yang di nasakh harus berupa hukum Syara`,bukan hukum lain, seperti hukum akal/hukum buatan manusia
Hukum syara`ialah titah Allah SWT dan sunah Rasullullah SAW, yang berhubungan dengan perbuatan orang mukalaf, baik secara mewajibkan atau melarang. Hukum akal ialah peraturan yang ditetapkan oleh akal pikiran manusia bukan menurut titah Allah SWT, contoh hukum syara`, perintah sholat , puasa.

2).Dasar yang menghapus hukum syara` itu harus berupa dalil syara` , tidak boleh berupa dalil akal, yang dimaksud dalil syara` atau syar`i ialah dalil Al- Qur`an , Hadis Ijma, Qiyas{QS Anisa` 59}.
3).Adanya dalil baru yang menghapus itu harus setelah ada tenggang waktu dari dalil hukum yang pertama. (QS. Al-Baqoroh 187).

DEFINISI NASIKH
1.Menurut bahasa .
Nasikh adalah sesuatu yamg menghapuskan, menghilagkan atau yang memindahkan atau yang mengutip atau menyalin serta mengubah dan mengganti.
2.Menurut istilah
Nasikh adalah hukum syara` atau dalil syara` yang menghapus atau menggubah hukum atau dalil syara` yang terdahulu dan menggantinya dengan ketentuan hukum baru yang dibawanya. Nasikh Allah SWT adalah artinya bahwa sebenar-benarnya yang menghapus dan mengganti hukum-hukum syara` itu pada hakikatnya adalah Allah SWT.
-{Nasakh itu kata masdar sedangkan nasikh ini isim fa`il (pelaku)}.

DEFINISI MANSUKH.
Menurut bahasa mansukh adalah suatu yang dihapus atau dihilangkan,dihilangkan,dipindahkan atau dinukil.
Menurut istilah adalah hukum syara` yang diambil dari syara` yang pertama, yang belum diubah dengan dibatalkan dan diganti dengan hukum dari dalil yang menghendaki perubahan dan penggantian hukum tadi.

CARA MENGETAHUI NASAKH DAN URGENSINYA
Ada tiga cara untuk mengetahui ketentuan dalil yang datang duluan atau kemudian,yaitu:
1. Dalam salah satu dalil nashnya harus ada yang menentukan datangnya belakangan dari dalil yang lain. Contoh: QS.Al-Mujadilah 13,QS.Al-Anfal 65-66.
2. Harus ada kesepakatan (ijma’) para imam dalam suatu masa dari sepanjang waktu yang menetapkan, bahwa salah satu dari dua dalil itu datang lebih dahulu dan yang lain datang kemudian.
3. Harus ada riwayat sahih dari salah satu seoarang sahabat yang menentukan mana yang lebih dahulu dari kedua dalil nash yang saling bertentangan tadi.
PENDAPAT PARA ULAMA TENTANG ADANYA NASAKH DAN DALIL-DALILNYA
Ada 3 pendapat mengenai nasakh ,yaitu :
1. Masalah nasakh tersebut secara akal bisa terjadi dan secara Sam`i juga biasa terjadi, firman Allah Swt : Qs. Al-baqarah .106 :

Artinya :” Apa saja ayat [81] yang kami nasakhkan, atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
[81] Para Mufassirin berlainan pendapat tentang arti ayat, ada yang mengartikan ayat Al Quran, dan ada yang mengartikan mukjizat.

2. Masalah nasakh itu tidak mungkin terjadi menurut akal ataupun menurut pandangan, firman Allah swt : Qs.Al-an`am.146:

Artinya : ”Dan kepada orang2 yahudi kami haramkan segala bintang yang berlaku, dan dari sapin dan domba kami ha ramakn atau merekak lemak dari kedua bintang tersebut, selain lemak yang melekat dipunggung keduanya atau yang diperut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang.”
3. Nasakh itu menurut akal mungkin terjadi tetapi menurut syara` dilarang, firman Allah Swt ; Qs.Al- fushshilat.42:

Artinya : ”Yang tidak datang kepadanya {al-qur’an} kebatilan baik dari depan maupun dari belakang. ”
4. Karena terjadinya perlawanan dengan lahir makna beberapa ayat dengan makna ayat beberapa yang lain .Contoh perlawanan antara ayat wasiat dengan mawarist.

DALIL-DALILYANG MEMPERBOLEHKAN NASAKH:
1.Dalil –dalil Sam`i atas terjadinya nasakh
• Dalam kitab taurat
• Dalam buku pertama dalam kitab taurat
• Dalam kitab shukhuf Ibrahim
• Dalam kitab disyariatkan talaq
• Dalam kitab Al-qur`an
2. Dalil-dalil aqli (akal) atas terjadinya nasakh

MACAM NASAKH DAN JENIS – JENISNYA
Adapun Jenis-jenis Nasakh adalah :
1.Nasakh Al-qur`an dengan Al-qur`an (Naskhul Qur`aani bil qur`aani).Qs. Al-mujadillah 12 &13
2. Nasakh Al-qur`an dengan Sunnah (Naskhul Qur`an bis sunnati) Qs. An-Najm 3-4 dan Al- Nahl 44
3.Nasakh Sunnah dengan Al-qur`an (Naskhus sunnah bil Qur`aani ).
H.R. Bukhari dan Qs.Al- baqorah 185.
4.Nasakh Sunnah dengan Sunnah (Naskhus sunnah bis sunnah).Nasakh ini terbagi atas 4 bagian.

AYAT- AYAT NASIKH DAN MANSUKH
Menurut para ulama tafsir:
•Ada 25 surah dalam Al-qur`an yang mengandung ayat-ayat Nasikh Dan Mansukh; yakni Al-baqarah, Ali-imran, An-nisaa, al-maidah, Al-anfaal , At-Taubah, Ibrahim , An-nahl, Maryam, Al-anbiya`, Al-Hajj, An-Nuur, Al-furqan, As-syu`araa, Al-ahzab, Saba`, Al-mu`min, A-Syuraa, Adz-Dzariyaat, Ath-Thuur, Al-Waaqi`ah, Al-mujaadilah, Al-muzammil, At-takwiir dan Al-ashr.

Contoh : Qs. Al Baqarah . 3 :

Artinya : “Dan menafkahkan sebageian rezeki yang kami anugerahkn kepada mereka.”
•Ada 40 surah dalam Al-qur`an yang mengandung ayat-ayat Mansukh dan tidak mengandung Nasikh; yakni Al-an`am .Al-A`raaf, Yunus, Huud, Ar-Ra`d, Al-hirj, Al-Israa, Al-kahfi, Thaaha, Al-mu`minum, An-Naml, Al-qashash, , Al-Ankabut, Ar-Ruum, Luqman, As-Sajdah, Al-fathir, Ash-shafaat, shaad, Az-zumar, Al-Fushshilat,Az-zukhruf, Ad-Dukhaan, Al- jaatsiyah, Al-ahqaaf, Muhammad,Qaaf, An-Najm, Al-Qalam, Al-Mumtahanah, Nuun, Al-Ghaasyiyah, At-tiin dan At kafirun.
Contoh : Qs.At tiin.8 :
Artinya : “ Bukankah Allah Hakim yang Seadil-adilnya.”

•Ada Surah Dalam Al-qur`an yang hanya mengandung ayat-ayat nasikh tanpa mernyertakan ayat-ayat mansukh berjumlah 6 Surah: Yakni Al-Fath, Al-hasyar, Al-munaafiquun, At-taghaabun, Ath-Thalaq dan Al A`laa.
Contoh: Qs Al hasyar.7:

Artinya :“ Apa Saja Harta rampasan ( Fai`) Yang diberikan Allah kepada rasul-nya yang berasaldari penduduk kota-kota, maka adalah untuk allah dan rasul .”

•Ada Surah dalam Al-Qur`an yang benar bersih dari ayat-ayat Nasikh-Mansukh berjumlah 43 Surah: Al- fatiha,Yusuf, Yasiin, Al- Hujurat, Ar-Rahman, Al Hadiid, Ash Shaf, Al Jumu`ah, At- Tahrim, Al mulk, Al Haaqqah, Nuh, Al jin, Al Mursalat, An Naba`, An Naazi`aat, Al-infithaar, Al Muthafifin, Al Insyiqaaq, Al Buruj, Al Fajr, Al balad, Asy Syam, Al Lail, Adh Dhuhaa, Al Insyirah, Al qalam, Al Qadr, Al Insyiqaaq, Al Zalzalah, Al A`adiyaat, Al Qari`ahn, At takatsur, Al Humazah, Al fiil , Quraisy, Al Maun, Al Kautsar, An Nashr, Al lahab, Al ikhlas, Al Falaq, dan An Naas.

KESIMPULAN
Berdasarkan Uraian Nasakh Mansukh di atas, pada akhirnya dapat di temukan nuktah- nuktah perbedaan pandangan antara kedua belah pihak ulama tersebut. Kesimpulan pokok terakhir yang dapat diungkapkan disisni adalah bahwa perbedaaan antara keduanya terletak pada pendekatan yang dipergunakan. Para pendukung Nasakh ternyata lebih banyak menafsirkan ayat dengan cara tekstual, sedang penentangan mempergunakan pendekatan rasional, dengan cara ta`wil.Sungguh pun Keduanya berargumen secara naqli dan aqli. Adapun penentuan ada tidaknya nasikh mansukh seperti terlihat diatas adalah bersifat Dhaani, dan karenanya selalu menjadi lapangan IJTIHAD.

PENUTUP
Demikianlah makalah tentang nasakh mansukh ini yang masih jauh dari sempurna. Tanggapan, saran dan kritik positif yang membangun dari para pembaca sangat di perlukan.

DAFTAR PUSTAKA
Ibnu Jauzi.2002. Nasikh Wal Mansukh. Jakarta.Pustaka Azzam.
A.Syadali,A.Rofi`.1997.Ulumul Qur`an.Bandung.CV.Pustaka Setia.
DJalal,Abdul H A 2008. Ulumul Qur`an. Surabaya.Dunia ilmu
Suara Muhammadiyah bulan januari 2005
Al-qathan, Syaikh manna’, 2008, Pengantar studi ilmu al-qur’an, Pustaka al-kautsar, jakarta

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: